Dengan dukungan banyak pihak, Puspa Sumut sudah membuat Wisata Kuliner Salam Bahari. Bersinergi dengan PPPA meningkatkan kesejahteraan warga…

 Medan-Intipnews.com:Perempuan dan anak adalah manusia yang seharusnya lebih diperhatikan kesehatannya. Namun sekarang ini, perempuan khususnya yang sudah menikah lebih banyak yang ikut bekerja dalam membantu perekonomian rumah tangga.

Hal ini dikatakan Sekretaris Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Kemenppa] RI, Entos Zainal Nasution [foto] saat mengunjungi kantor Dinas PPPPA Sumatera Utara [Sumut], diterima  pengurus Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak [Puspa], dan sekretaris Dinas PPPA Sumut, Kamis 21 November 2019.

Dikatakannya, pemerintah memang sudah selayaknya membantu peran perempuan agar lebih sejahtera dalam rumah tangga, yang didalamya ada kesehatan dan tanpa adanya KDRT, juga cuti dalam pekerjaanya.

“Salah satu kenapa ibu sulit mempunyai ASI, disebabkan karena keadaan si ibu stres, bisa saja karena adanya KDRT. Soal ekonomi rumah tangga maupun penyebab lainnya,” katanya.

Disebutkannya, keadaan tersebut perlunya pemerintah bersinergi seperti Puspa dalam menyelesaikan permasalahan ini. Begitu juga beberapa lembaga, perusahaan yang ikut mendorong kesejahteraan perempuan setidaknya terus lakukan sinergi agar peran perempuan semakin sejahtera.

“Selain masalah ASI, begitu juga masalah cuti di perusahaan. Perusahaan harus siap memberikan cuti yang layak untuk perempuan, sebab itu adalah hak semua pekerja perempuan. Banyak pekerja perempuan seperti buruh tidak mendapatkan haknya, sehingga ini juga salah satu masalah yang harus kita selesaikan,” ungkapnya.

Dari segi kesehatan, Entos juga menjelaskan perempuan yang tidak bekerja di perusahaan dengan niat ingin membantu perekonomian dapat bekerja di rumah. Seperti membuat keterampilan yang dapat dijadikan peluang usaha.

Meningkatkan Kesejahteraan Warga

“Perempuan pekerja rumahan sangat kita dukung, apakah dari segi pendidikan keterampilan, seperti merajut, kuliner akan dapat dikembangkan kedepannya demi membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Puspa Sumut, Lukman menyebutkan tahun 2019 ini Puspa Sumut sudah beberapa kali melakukan kegiatan maupun sosialisasi dalam meningkatkan peran perempuan dan juga anak.

“Beberapa yang sudah kita lakukan salah satunya di daerah Medan Belawan. Dimana daerah ini tadinya sangat kotor, kriminal tinggi dan juga mempunyai ekonomi yang masih memprihatinkan,” ujarnya.

Dengan dukungan banyak pihak, ujarnya, Puspa Sumut sudah membuat Wisata Kuliner Salam Bahari. Konsep ini dibuat Puspa sinergi dengan PPPA untuk meningkatkan kesejahteraan warga di lingkungan tersebut.

“Selain kampung kuliner kita juga akan sediakan taman baca buat anak anak disekitaran, sehingga lingkungan ini dapat dikatakan sebagai lingkungan ramah anak. Ke depan kita berharap daerah daerah lain bahkan hingga kepelosok desa akan kita konsep seperti ini,” tukasnya.

  • Laporan Roni Neliati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here