Foto bersama dengan Sekdaprovsu Sabrina

“Penelitian menyebutkan 70 persen penduduk miskin itu adalah perempuan,…”

Medan-Intipnews.com:Ada dua hal mendasar masalah pemberdayaan perempuan. Pertama terkait lemahnya akses perempuan terhadap institusi keuangan formal. Kedua lemahnya suara perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional, regional, dan daerah.

“Mudah-mudahan lewat diskusi ini, hal mendasar ini bisa kita bahas dan selesaikan,” pinta Sabrina, saat membuka diskusi

Diskusi Tematik Perempuan dan Kemiskinan di Provinsi Sumut Tahun 2019, di Lili Meeting Room, lantai 1 Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo, Medan, Sabtu 30 November 2019.

Diskusi dihadiri puluhan peserta mewakili Dinas PPPA Sumut dan Medan, Ormas Perempuan, akademisi, dan pelaku usaha. Turut hadir sebagai pembicara Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [PPPA] RI Pribudiarta Nur Sitepu, Staf Ahli Menteri PPPA RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan Titi Eko Rahayu, Kepala Dinas PPPA Sumut  Nurlela.

“Sudah banyak penelitian yang menyebut meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi perempuan khususnya di sektor ekonomi bisa membantu mengentaskan kemiskinan. Ibu rumah tangga yang bekerja misalnya bisa membantu bapak memenuhi kebutuhan atau belanja dasar keluarga,” ungkap Skretaris Daerah Sumut [Sekdapropvsu] Sabrina.

Mudah-mudahan Bisa Mengubah Situasi

 Sekretaris Kementerian PPPA RI Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan menurut data indeks pemberdayaan gender, peran perempuan di sektor publik akan terus meningkat. Pada tahun 2024, diproyeksikan tenaga kerja profesional perempuan akan mencapai 48.7 persen. “Artinya sumbangan pendapatan perempuan akan meningkat mencapai 40 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri PPPA RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan Titi Eko Rahayu berharap dengan diskusi ini memperoleh masukan, rekomendasi, serta solusi terkait masalah penanggulangan kemiskinan yang peka gender.

“Penelitian menyebutkan 70 persen penduduk miskin itu adalah perempuan. Menteri perekonomian kita tahun 2018 menyebut penduduk miskin Indonesia 60 persen itu adalah perempuan, mudah-mudahan upaya kita lewat diskusi tematik ini bisa mengubah situasi tersebut,” harapnya.

  • Laporan Roni Neliati
  • Bagikan berita ini

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here