ilustrasi Istimewa

ASN Asahan sebar hoaks “nonton bareng telanjang di rumah bupati”, dijerat UU Informasi Transaksi Elektronik [ITE], terancam penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar…

Asahan-Intipnews.com: Didampingi Asisten III, Kadis Kominfo, Kaban Kesbang dan Kabag Hukum, Bupati Asahan menerima audensi WA tersangka hoaks beserta keluarga, Senin 2 Desember 2019, di ruang kerja Bupati Asahan H Surya.

Audensi tersebut terkait dengan kabar bohong [hoaks] dan ujaran kebencian yang dilakukan tersangka WA meminta maaf kepada Bupati. Menanggapi permohonan maaf WA, Bupati H Surya menyampaikan secara pribadi telah memaafkan. Namun, terkait pengaduan yang telah dilayangkan, sepenuhnya menyerahkan ke pihak berwajib untuk [hukum tetap jalan] diproses sesuai hukum yang berlaku.

Informasi dihimpun Intipnews.com hingga Selasa 3 Desember 2019, sebelumnya Aparatur Sipil Negara [ASN] di lingkungan Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Asahan, Sumatera Utara berinisial WA [38] menjadi  tersangka UU ITE di Polres Asahan, setelah menyebarbkan berita hoaks [bohong] dan  penyebaran ujaran kebencian di facebook miliknya.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, S.I.K., M.H pada konferensi Pers, Rabu [6/11/2019] petang di Mapolres Asahan Jalan A Yani Kisaran, memaparkan tersangka WA merupakan ASN di bagian Radiologi Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang [RSU HAMS] Kisaran.

“Tersangka kita amankan dari salah satu warung kopi yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Senin [4/11/2019],” ujar Faisal. Kapolres menyebut, tersangka diringkus karena telah menyebarkan ujaran kebencian di status facebook-nya yang isinya “Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang telanjang”.

Tulisan tersebut dibagikan di media sosial [medsos] milik tersangka 15 Oktober 2019. Padahal kegiatan di rumah Bupati Asahan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia [KDI] 2019. Postingan tersangka di medsos itu dapat menimbulkan kegaduhan.

“Kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah dan kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa,” papar Kapolres Asahan kala itu. Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 lembar hasil screen shoot postingan medsos facebook atas nama WA dan satu unit handphone berikut sim card milik tersangka.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik [ITE], dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000.000,00,” tutur Kapolres. *Itp-10

  • Bagikan berita ini 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here