Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin

Medan-Intipnews.com:Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok dipekirakan akan stabil di Desember ini hingga tahun baru 2020. Ketua Tim Pemantau Pangan, Gunawan Benjamin melihat perkembangan sejumlah kebutuhan pokok saat ini masih terbilang normal.

Trendnya stabil, bahkan beberapa kebutuhan pokok penyumbang inflasi besar justru berpeluang turun seperti cabai merah. Sejauh ini komoditas bawang putih maupun bawang merah masih stabil di kisaran 28 ribu per kg. Harga bawang ini relatif ideal mengingat rentang harga yang diperdagangkan masih dalam rentang harga normal.

Tidak melampaui 30 ribu per kg, tetapi kondisi kekeringan di pulau jawa memang bisa saja menganggu pasokan bawang merah. Namun, untuk saat ini harga bawang merah masih stabil. Jadi untuk komoditas bawang harganya masih terkendali.

Untuk komoditas teluar maupun daging ayam. Sebenarnya sejak November kemarin pasokan telur dan daging ayam ini terpantau melimpah. Tetapi memang harganya tak kunjung turun, setelah ada virus hoq cholera babi yang membuat masyarakat lebih memilih daging dan telur ayam dibandingkan dengan ikan.

Meskipun harga daging ayam di November relatif lebih murah dibandingkan bulan Oktober. Tetapi tidak seharusnya daging ayam bertahan di kisaran 30 hingga 33 ribu. Dia menghitung harga daging ayam seharusnya bisa ditekan kekisaran 26 ribu per kg.

Untuk bulan ini, ada libur panjang yang kerap membuat permintaan daging maupun ikan meningkat. “Saya melakukan survey ke sejumlah peternak, dan mereka semua menyatakan stok di bulan ini aman. Dan saya menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

Penurunan Harganya Memicu Deflasi

Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Semua aman, dan layak dikonsumsi. Di sisi lain, minyak goreng mengalami kenaikan belakangan ini,” katanya, Kamis 5 Desember 2019.

Harga minyak goreng curah saat ini dijual sekitar 10.500 per kg. Padahal sebelumnya hanya sekitar 9000 per kg-nya. Dia menilai kenaikan harga minyak goreng curah ini linier dengan kenaikan harga CPO dunia. Dimana CPO naik dari kisaran 2300 ringgit per ton, saat ini dijual di kisaran 2650-an ringgit per tonnya.

Hal yang berbeda justru ditunjukan pada harga cabai merah. Cabai merah ini mengalami penurunan. Di akhir November harga cabai merah sempat 25 ribu per Kg. Saat ini harganya justru dikisaran 22 ribu per kg. Cabai merah ini penyumbang inflasi besar. Dan penurunan harganya justru akan memicu terjadinya deflasi.

  • Laporan Roni Neliati
  • Bagikan berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here