Polres Tebingtinggi mengumpuli bangkai babi untuk segera ditanam

Babi mati tersebar di Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan, Karo, Tobasamosir, Serdangbedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebingtinggi, Pematangsiantar dan Langkat.

Medan-Intipnews.com:Babi yang mati masih terus menjadi urusan pihak kepolisian Tebingtingi, Sumatera Utara, mengumpulkan lalu menanamnya. Di Kota Tebing itu, polisi masih terus melakukan patroli dan menangkap siapa saja yang membuang bangkai babi sembarangan.

Informasi dihimpun Intipnews.com hingga Minggu 8 Desember 2019, babi mati akibat virus hog cholera mencapai 22.985 ekor. Sebagaimana dilansir merdeka.com, jumlah babi mati yang terdata hingga Jumat [6/12/2019] ini berlipat dibandingkan data dua pekan lalu. Pada 22 November 2019 jumlahnya masih 10.289 ekor.

 Di Siantar 12 Ekor

Angka ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan [DKPP] Sumut, Mulkan Harahap, Sabtu 7 Desember 2019. “Sampai saat ini kematian babi itu positif karena hog cholera. Kalau terindikasi African Swine Fever [ASF] kita masih tunggu dari Menteri Pertanian,” kata Mulkan.

Bangkai babi tergeletak di tepi jalan di Sumatera Utara dibuang orang tak bertanggungjawab

Babi yang mati itu tersebar di 16 kabupaten/kota di Sumut, yakni Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan, Karo, Tobasamosir, Serdangbedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebingtinggi, Pematangsiantar dan Langkat.

Mencemari Sungai-sungai

“Angka kematian di Deliserdang yang tertinggi yakni 6.997 ekor. Paling sedikit di Pematang Siantar hanya 12 ekor,” jelas Mulkan. Saat ini DKPP Sumut bekerja sama dengan Pemkab/Pemkot terus melakukan sosialisasi agar masyarakat menyemprot desinfektan, membuka posko, mengubur bangkai babi, dan mencegah pembuangan bangkai babi secara sembarangan.

Kematian babi di Sumut berdampak luas terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Banyak bangkai hewan kaki empat itu dibuang sembarangan. Ratusan bangkai didapati mencemari sungai-sungai di sejumlah daerah, seperti Medan dan Deliserdang.

  • Bagikan berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here