Penyair Nasional berdimisili di idimpuan umatera Utara, segera pulang meninggalkan Pasaman

Sumbar-Intipnews.com:Di tepian Sungai Alahan Panjang nan indah di lokasi Cafe Bonjol, berlangsung penutupan Forum Penggiat Literasi Puisi [FPLP], Pasaman, Sumatera Brata [Sumbar], dengan logo Baca Puisi Pasaman, pas penutupan tahu 2019.

Seluruh penyair membasuh telapak kakinya di air sungai sambil berteriak “Sungai, lembah, sejarah adalah puisi.” Terlukis di wajah para penyair, seluruh panitia ladang raso dan tokoh penggiat literasi, bagaikan enggan berpisah.

Ketua Panitia FPLP Pasaman Bung Arby Tanjung menampakkan ekspresi kesedihan, disebabkan bukan pertemuan yang disesali, tapi perpisahan tak sanggup dihadapi. Jabat tangan berpelukkan menghantar suasana semakin menjadi haru biru.

Penyair Nusantara berfoto bersama usai pembacaan Mufakat Bonjol.

Kenangan indah akan selalu membekas melalui karya-karya penyair. Penutupan dengan kata perpisahan dari Arby, “jika ada kehilafan kami dalam melayani serta tingkah laku panitia tak bekenan dihati rekan-rekan penyair kami, mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

Hadir dalam acara penutupan ini Camat Bonjol serta perangkatnya, keluarga besar ninik mamak ,pengetua adat, tokoh pemuda Bonjol dan lainnya. Sebagai kenang-kenangan panitia membagikan buku Antologi puisi para penyair yang telah lolos kurasi.

Merupakan rekomendasi Penyair Nusantara bersama tokoh masyarakat setempat, untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kebudayaan berskala Nasional dan Internasional di masa mendatang.

  • Laporan Tantawi Panggabean
  • Bagikan Berita Ini                                                                                #intipnews.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here