Ilustrasi.Iran dengan tentara dan persenjataannya siap lawan Aerika Serikat. Foto Istimewa.

Pasca pembunuhan Soleimani, tentara Israel dalam siaga tinggi. Sekutu AS di Eropa termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman prihatin meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baghdad-Intipnews.com:Kondisi geopolitik antara Amerika Serikat [AS] dan Iran semakin memanas. Melansir Reuters, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, aksi balas yang keras menunggu “penjahat” [AS] yang membunuh Soleimani. Dan, kematiannya akan melipatgandakan perlawanan terhadap AS dan Israel.

Ayatollah Ali Khamenei menegaskan hal itu, seperti dilansir CNBC International, setelah Jenderal Qassim Soleimani yang merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards [salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran], dikabarkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh AS di Baghdad.

Informasi dihimpun Intipnews.com, dalam pernyataan di media pemerintah, Khamenei menyerukan tiga hari berkabung nasional dan menunjuk wakil Soleimani, Brigadir Jenderal Esmail Ghaani, untuk menggantikannya sebagai kepala Pasukan Quds.

Sementara pasca pembunuhan Soleimani, Israel menempatkan tentaranya dalam siaga tinggi. Sedang sekutu-sekutu AS di Eropa termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman menyuarakan prihatin atas peningkatan ketegangan di Timur Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here