Ketua GAMKI Sumatera Utara, Landen Marbun. Foto Istimewa
“Selaku pemimpin daerah, tidak perlu mengeluarkan pernyataan-pernyataan bombastis yang menimbulkan pro kontra bahkan keresahan di masyarakat,…”

Medan-Intipnews.com:Tidak ada alasan Gubernur menghapus FDT dan menggantikannya dengan event lain. Jika FDT 2019 di Simalungun dinilai Gubernur gagal mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara, seharusnya dievaluasi bersama pemerintah daerah kawasan Danau Toba.

Hal itu ditegaskan Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia [GAMKI] Sumatera Utara [Sumut], Landen Marbun SH, Kamis 16 Januari 2020. Bahkan Landen meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencabut pernyataannya menghapus event Festival Danau Toba [FDT] tahun ini.

“Selaku pemimpin daerah [Gubernur] tidak perlu mengeluarkan pernyataan-pernyataan bombastis yang menimbulkan pro kontra bahkan keresahan di masyarakat,” kata Landen Marbun, tertulik kepada media massa.

“Kegagalan pelaksanaan FDT 2019 di Simalungun, membuktikan ketidakmampuan Pemprov Sumut mengemas kegiatan FDT untuk menonjolkan kearifan lokal dan budaya masyarakat di kawasan Danau Toba. Sehingga FDT terkesan kegiatan seremonial setiap tahun,”ujarnya.

Tahun-tahun sebelumnya, ungkap Landen Marbun, pelaksanaan FDT cukup baik dan menarik minat wisatawan. Pada event itu, selalu ditampilkan produk-produk lokal seperti kerajinan ulos dan ukir-ukiran, juga pertunjukkan seni dan budaya masyarakat Batak yang mendiami kawasan Danau Toba.

Gubernur harus tahu wisatawan sangat menyukai atraksi-atraksi budaya. “Jadi, permasalahan datang ketika pelaksanaan FDT diserahkan kepada orang-orang yang tidak profesional dan diduga hanya menghabiskan anggaran,” tukasnya.

Dijelaskannya, seharusnya FDT diserahkan kepada tujuh kabupaten kawasan Danau Toba, karena mereka lebih memahami apa yang harus dilakukan, tinggal berkoordinasi dengan Pemprov Sumut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here