Tersangka ZH yang istri korban.Foto Istimewa

Medan-Intipnews.com:Cerita Hakim Pengadilan Negeri [PN] Medan Jamaluddin yang dibunuh oleh istri sendiri, beredar ke seantero negeri ini. Mulanya diplot oleh ZH bersama bersama kekasih gelapnya FP yang menjadi eksekutor [pembunuh] suaminya, disiapkan mati sakit jantung. Apa yang terjadi?

Berikut rekonstruksi [reka ulang] Kamis 16 Januari 2020 yang dilakukan Poldasu, terkait 3 tersangka ZH, JP dan RF pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin, dijemput ZH dari Graha Johor, Medan Johor, 28 November 2019.

Di reka adegan, terlihat ZH mengendarai mobil menjemput dua tersangka eksekutor hakim Jamaluddin. JP dan RF duduk di belakang menuju ke rumah hakim Jamaluddin untuk menjalankan eksekusi pembunuhan. Sebelumnya ZH memberikan uang Rp 2 juta untuk menyiapkan perlengkapan pembunuhan.

Sesudah pembunuhan di malam mengerikan itu. Ternyata kata Kapolda Sumatera Utara [Kapoldasu] Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, dari yang awalnya diskenariokan Hakim Jamaluddin tewas karena serangan jantung, tak berhasil.

Pada rekonstruksi, dua pelaku pembunuh Hakim Jamaluddin dijemput ZH istrinya untuk bersama membuhnya. Foto Istimewa

“Usai pembunuhan terjadi perdebatan, karena tidak sesuai dengan rencana awal pada pukul 00.00 WIB 29 November,” ungkapnya. Setelah proses eksekusi Jamaluddin dilakukan dengan cara dibekap dengan bed cover dan sarung bantal, para tersangka yakni ZH, JP dan RF terkejut.

Mereka melihat ada lebam merah pada wajah korban. Luka itu tak disangka oleh pelaku. “Karena mungkin saking kuatnya bekap sehingga meninggalkan jejak,” ujarnya.

Dengan kejadian itu tersangka ZH atau istri korban meminta agar jenazah korban dibuang. ZH istri korban menyebutkan, pasti polisi langsung menuduh dirinya sebagai pelaku pembunuhan dan bukan karena serangan jantung.

Kemudian mereka berdebat dan disepakati untuk membuang mayat itu ke jurang kebun kelapa sawit di Kutalimbaru Delisrdang Sumatera Utara [Sumut].

  • Laporan Sofar Pnjaitan 
  • Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here