Wibi Nugraha, dapat penghargaan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar

Medan-Intipnews.com:DPRD Kota Medan terketuk hatinya menolak alihfungsi hutan mangrove, yang berperan untuk kehidupan dan peradapan manusia. Demikian dikatakan Pegiat Pecinta Rumah Mangrove Wibi Nugraha.

Wibi mengatakan hal itu saat datang ke DPRD Medan, Selasa Januari 2020. Kepada wartawan dia menyebut sangat mengapresiasi langkah wakil rakyat di Komisi 2 DPRD Medan dan Fraksi HPP DPRD Medan menolak alihfungsi hutan lindung mangrove.

Pasalnya Pemko Medan, Sumatera utara akan melakukan pengaliahfungsian hutan mangrove di kawasan Belawan Medan Utara. Menurut Juara Terbaik Nasional Wana Lestari 2019 Kategori Kader Konservasi Alam, Wibi Nugraha ini, hutan lindung mangrove merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Mangrove mampu mengendalikan ekosistem alam dan menyaring limbah-limbah yang tumpah ke air laut. Mangrove memiliki akar nafas yang mampu menetralisir zat-zat berbahaya yang tercampur ke air laut,” terang Wibi ke wartawan di DPRD Medan.

Sementara Komisi 2 DPRD Kota Medan, sebelumnya sepakat menolak rencana pemerintah Kota Medan melakukan alihfungsi hutan lindung Mangrove yang masih banyak tumbuh dan berkembang di pesisir Seruai, Belawan Indah dan Siombak.

Menurut Wibi, “Aku sedih,…”

Penolakan itu disebutkan Ketua Komisi 2 DPRD Kota Medan, Aulia Rachman didampingi anggota komisi 2 lainnya, Selasa 14 Januari 2020 di ruangan komisi II Lantai 3 Gedung DPRD Kota Medan kepada wartawan di DPRD Medan.

Ungkap Aulia, Pemerintah Kota Medan sudah seharusnya meninjau langsung ke lokasi yang masih ada ditumbuhi tanaman hutan lindung mangrove, yang diperkirakan akan habis kalau pemerintah Kota Medan tidak cepat tanggap untuk merawat mangrove.

Sambung Aulia, penolakan alihfungsi hutan mangrove oleh Pemko Medan dalam pemandangan umum Fraksi yang disampaikan oleh Fraksi Partai Hanura-PSI-PPP [HPP] DPRD Medan yang dibacakan Hendra DS saat rapat paripurna dewan di gedung DPRD Medan, Senin [13/1] siang.

Menurut Wibi, yang mendapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, bagi Negara Amerika Serikat dari pada membangun benteng beton 4 triliun, lebih baik tanam Mangrove, karena memang Tuhan sudah meciptakan sesuai fungsinya.

“Kalau memang Perda Mangorve dimunculkan betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Belawan, tidak masalah. Tapi kalau hutan mangrove dihancurkan dan masyarakat di sana tidak dapat apa-apa, aku sedih. Di Mangrove itu hidup kera, lutung, kepiting dan lainnya,” tutur Wibi.

  • Laporan Roni Neliati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here