Roy Julian dalam peran NYanyian Angsa karya nton P Chekov

CATATAN RONI NELIATI

Pertunjukan aktor Roy Julian, direspon pentonton kaum intelektual, pakar hukum, pengamat sosial, aktivis, sutradara, seniman tari, seniman senirupa dan seniman teater…

Medan-Intipnews.com:Terdengar suara parau seorang tua mabuk mengawali pertunjukan Monolog ‘Nyanyian Angsa’ karya seniman Rusia Anton P Chekov di ’Teater Rumah’ Dini di perumahan Griya Nusa Tiga 24 Medan Tuntungan, Jumat 17 Januari 2020 malam.

Informasi dihimpun Intipnews.com, dengan Menampilkan aktor Roy Julian yang sedang mencari bentuk pertunjukan teater, dihadiri penonton yang ekstra selektif oleh pemilik ‘Teater Rumah’, Dini. Naskah  Dramawan Russia itu meluncur di ruang tengah yang diciptakan menjadi tempat tontotan pentas tapak kuda.

‘Nyanyian Angsa’ yang merupakan cerita dua orang pria, Svietlovidoff seorang aktor berumur 68 tahun dan Nikita Ivanitch seorang tua dengan  profesi di teater sebagai promter [juru bisik], bertemu dalam suatu malam usai pertunjukan.

Svietlovidoff [Roy Julian] yang mabuk, baru terbangun dari tidur di gedung pertunjukan, masuk ke panggung. Mulutnya menceracau soal keadaan dirinya sebagai aktor. Sebagai laki-laki ia merasa sudah sempurna.

Sebagai aktor yang seringkali mendapat peran-peran besar seperti Hamlet sampai King Lear muncul dalam ceracaunya menjadi kebanggan eksistensi diri. Svietlovidoff selalu ingin mendominasi [berdiri sendiri] dari lawan mainnya, memperlakukan lawan mainnya seperti benda yang bisa ia atur semaunya.

Kebanggaan baginya menjadi hiburan dari kesedihan dan kepedihan yang ia rasakan, sebagai aktor teater ternama, dalam realitas kehidupan teater tidak membantunya sama sekali. Bahkan telah menggiring nasibnya menjadi buruk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here