Dini Usman [jongkok kiri depan] dan Datuk [tengah duduk] foto bersama komunitas 'Teater Rumah' yang diundang

OLEH AS ATMADI

Jika Svietlovidoff Chekov simbol pemegang kekuasaan memiliki 25 lidah, atau tokoh penting dan pejabat negara yang megaloman…

 

Intipnews.com:DI TENGAH kondisi teater di Medan, Sumatera Utara yang stroke, bahkan tidak sedikit yang mati suri, Dini Usman dengan syahwat berkeseniannya yang tinggi berusaha menggebrak kemapanan, dengan menampilkan monolog Nyanyian Angsa karya seniman Rusia Anton P Chekov.

Teater mahfumnya mengekpresikan berbagai peristiwa kehidupan yang maha luas mewakili sebuah zaman. Teater sesungguhnya pantang dipandang kecil atau dikerdilkan oleh penguasa pemangku jabatan dengan pandangan yang salah, sebelah mata menilai seniman teater dan kebutuhannya.

Padahal teater sejak beratus-ratus tahun lalu sebagai penyeimbang bagi para pemangku kekuasaan di belahan dunia ini. Teater dijadikan tempat berkaca para penguasa, sekarang sudah ditinggal oleh pelakunya.

Ditepis penontonnya yang sudah lebih fokus ke teknologi komunikasi global dengan genggaman kegamangan dan gagap-gagap. Panggung teater yang menyuarakan kritik terhadap kesewenangan kekuasaan, ketidakadilan, korup, hukum bisa dibeli, moralitas semakin bobrok, penguasa yang tanpa nurani terus menyakiti
rakyatnya dengan kehidupan yang pedih.

Itu semua tidak lagi disuarakan, kalau semua teater teater dibiarkan mati suri. Tetapi, tiba-tiba Dini Usman melakukan eksperimen, atau sekaligus mengaplikasikan satire kehiduan teater hari ini, melalui cermin Monolog Nyanyian Angsa dimainkan oleh Roy Julian di ruang tengah rumah Dini Usman di perumahan Griya Nusa Tiga 24 Medan Tuntungan, Jumat 17 Januari 2020 malam.

Malam itu Dini Usman menyiapkan penonton yang hadir jangan sampai ada yang mengalami degradasi wawasan tentang teater. Penonton masuk dalam undangan yang bisa menukik ke dalam makna yang esennsial dari sosok teater melalui profesinya masing-masing.

Diundang Dini dan harus pasti datang, aktivis hukum, aktivis sosial, jurnalis, seniman teater, seniman tari, seniman musik, seniman senirupa, penulis naskah, sutradara dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here