Batu Bara-Intipnews.com:Warga minta kepada pemerintah kejelasan terkait keberadaan tangkahan pasir yang dikelola CV MT berlokasi di-Dusun Tanjung Mulia Desa Tanjung Gading [foto] Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Pihak pengelola terus melakukan aktivitas menggunakan alat berat [escavator] menggali sungai Tanjung, sementara masyarakat yang terus mempertanyakan izin galian pasir tersebut tidak ada jawaban.

Ungkap warga, jalan baru yang dilalui truk pengangkut pasir itu pernah dianggarkan dengan nama kegiatan lanjutan jalan pada ruas jalan nasional, menuju Desa Pelompatan Desa Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka, dengan  biaya Rp 686.300.000, sumber dana ABDB Batu Bara 2013.

Kini permukaan jalan itu musnah menyatu ke tanah setelah dilintasi truk pengangkut pasir. Hal seperti ini menurut warga sudah terjadi dari tahun 2016 hingga kini terus berlanjut tanpa ada kepastian hukum baik dari Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Batu Bara maupun aparat setempat.

Salah seorang mewakili warga setempat He Sabtu 18 Januari meminta agar pemerintah maupun aparat memberikan kepastian hukum kepada warga. Dan pihak pengelola tangkahan pasir agar dapat menunjukkan surat izin agar warga memahami.

Hal ini sudah pernah dilaporkan warga ke DPRD Kabupaten Batu Bara tahun 2017. “Yang menerima laporan Bu Bariyah dan mengatakan akan turun ke lokasi. Namun sampai kini tidak ada kabar,” kata salah seorang warga.

Pada hari yang sama Kades Tanjung Gading Alinardi saat dihubungi wartawan untuk konfirmasi dengan 2 nomor HP miliknya 085372455xxx dan 081375439xxx tidak aktif.

Melalui HP, sekira pukul 19.49 Camat Sei Suka Adil Hasibuan mengatakan tidak pernah menandatangani surat izin tangkahan pasir tersebut. “Aku tidak ada meneken itu, tanya saja Alinardi [Kades Tanjung Gading-red],” ungkapnya. *Itp-14

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here