Tersangka penipu Nit

Gunungsitoli-Intipnews.com:Nit [29], Ibu Rumah Tangga [IRT] warga Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, ditahan penyidik Sat Reskrim, Polisi Resor Nias karena kasus penipuan arisan online.

Kapolres Nias melalui Phl Paur Humas Polres Nias Ipda Osiduhugo Daeli, Kamis 23 Januari 2020 memberitahu tersangka Nit ditahan atas laporan korban atau anggota arisan bernama Petrus Hamonangan Panjaitan alias Petrus.

Kepada media, Phl Paur Humas Polres Nias mengungkapkan tersangka membentuk arisan online dengan nama arisan tolong menolong sekitar bulan Januari 2019, dimana tersangka menjadi owner sekalian admin.

Dalam menjalankan arisan online bentukannya, tersangka menggunakan fasilitas media sosial Facebook dengan menggabungkan seluruh anggota arisan dalam grup facebook bernama arisan gotong royong.

Dalam grup facebook tersebut tersangka dan anggota arisan saling berkomunikasi, dan arisan online yang dibentuk tersangka memiliki sistem duet, trio dan reguler. “Para peserta arisan online dibagi dua versi, ada anggota versi peminjam dan versi penginves, dan korban menjadi anggota penginves,” terangnya.

Dari Ipda Osiduhugo Daeli diketahui korban diajak tersangka ikut arisan online sistem duet dengan nilai Rp 11 juta pada tanggal 7 Juni 2019 dengan peminjam Flower Natalia. Karena terus dibujuk tersangka, korban yang sempat menolak ikut akhirnya ikut arisan online bentukan tersangka sebanyak empat set dengan peminjam Flower Natalia dan penginves korban bersama istrinya.

Korban kemudian mentransfer uang ke rekening tersangka sebanyak lima kali dengan nominal sebesar Rp 100 juta untuk inves arisan 4 set dan pembayaran arisan online lainnya yang diikuti korban kepada tersangka.

Namun setelah satu bulan, korban kemudian menagih pembayaran arisan online yang telah jatuh tempo kepada tersangka, tetapi tersangka tak bisa membayar dengan alasan peminjam belum membayar.

Karena merasa tertipu, korban kemudian melapor ke Polres Nias dengan kerugian materi sebesar Rp 20.700.000, dan berdasarkan hasil penyelidikan Polisi tersangka akhirnya ditangkap dan dijerat pasal 378 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

  • Irwanto Hulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here