Ketua PWI Sumatera Utara, Hermansyah. Foto Istimewa

Asahan-Intipnews.com:Terkait vonis 1 tahun yang dijatuhkan hakim PN Kisaran baru-baru ini, terhadap Susilawadi [47], didakwa bandar narkoba memilik 15 butir ekstasi, sehari harinya disebut-sebut sebagai wartawan dan anggota PWI Asahan.

Setelah Susilawadi divonis setahun, masyarakat bertanya-tanya bagaimana statusnya sebagi wartawan yang katanya anggota organisasi profesi PWI, pemegang sertifikasi predikat uji kopetensi [UKW] Utama.

Sekjend DPP Bara Api, Afifuddin meminta sebaiknya ketua organisasinya menindak tegas setiap anggotanya yang terbukti melakukan tindak pidana. “Wartawan tidak kebal hukum, apabila terbukti bersalah ya ditindak tegas, tak perlu dibela,” katanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Sumatera Utara [Sumut], Hermansyah yang dikonfirmasi Intipnews.com Asahan, Selasa 4 Februari 2020, melalui saluran aplikasi WhatsApp, menyebut akan mempelajari kasus hukum yang menjerat Susilawadi.

“Apakah sudah ingkrah atau masih tahap banding terkait hukum yang sedang dijalaninya. Namun, sesuai PD PRT PWI, anggota bisa diberhentikan tidak hormat atau dipecat, apabila terbukti dan vonis hukumannya 5 tahun,” tegas Hermansyah.

Jika di bawah 5 tahun, lanjut Hermansyah, mungkin PWI akan membina yang bersangkutan. Walau demikian, PWI Sumut akan membawa masalah ini ke rapat pengurus dalam waktu dekat.

“Biasanya kalau ada kasus hukum yang menjerat anggota PWI dalam kasus narkoba, kami akan melakukan rapat pengurus,” ungkap Ketua PWI Sumut, Hermashyah.

Masalah status Susilawadi sebagai wartawan yang menyandang gelar wartawan UKW Utama, jelas Herman pula, yang berhak mengeluarkan sanksi adalah Dewan Pers [DP] Pusat. Karena DP yang mengeluarkan kartu kelulusan UKW Utama Susilawadi. * Itp-06

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here