Sekretaris Dinas Sosial Yandi Siswandi memasang stiker di rumah warga Kelurahan Pagurawan

Batu Bara-Intipnews.com:Saat dilakukan pemasangan stiker di rumah warga miskin dan sudah mendapatkan kartu Program Keluarga Harapan [PKH],  sejumlah 14 kepala keluarga [KK] warga Kelurahan Pagurawan, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara mengundurkan diri.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas [Kadis] Sosial Batu Bara, Ishak Liza mengharapkan bagi masyarakat yang merasa tidak mau ditempel stiker tidak mampu [miskin], maka segera mengundurkan diri secara mandiri.

Pengunduran itu terjadi saat [Kadis] Sosial Pemkab Batu Bara Ishak Liza didampingi Sekretaris Yandi Siswandi, Koordinator PKH Batu Bara, Lurah Pagurawan, Kepling, Koordinator PKH Medang Deras dan TKSK Medang Deras turun langsung memasang label [stiker] ke rumah warga.

Tujuan pemasangan stiker, agar warga yang menerima tepat sasaran. “Sesuai arahan Bupati  H Zahir,” kata Ishak Liza saat pemasangan label di rumah warga diKelurahan Pagurawan Jumat 28 Februari 2020.

Masih kata Ishak, bagi masyarakat yang sengaja membuka stiker yang sudah dipasang di depan rumah maka dengan sendirinya sudah dinyatakan mengundurkan diri. Dia menambahkan, bagi masyarakat yang merasa layak menerima, namun tidak mendapatkan bantuan dapat memberitahukan kepada Kepling, Lurah, TKSK Kecamatan Muhammad Ganti dan koordinator pendamping PKH Delima.

Sementara Lurah Pagurawan menyebutkan tahun 2019 penerima PKH sebanyak 128 orang, tetapi tahun 2020 ada masyarakat yang mengundurkan diri. Pihaknya akan terus berusaha mendata masyarakat yang akan mendapatkan bantuan yang dimaksud.

Sebelumnya warga Lingkungan 4 Kelurahan Pagurawan Saniah Ibra mengeluh tidak mendapatkan PKH, padahal pada BDT Kementerian Sosial namanya sudah keluar. Janda anak 3 beberapa tahun lalu ditinggal suami untuk selamanya sudah berulang kali mendatangkan kantor Lurah juga Camat Medang Deras untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Tetapi upayanya terus kandas dan tidak mendapat respon. Saniah Ibra mempunyai anak 3 orang, yang tertua sekolah di pesantren dengan biaya dari donatur, anak kedua duduk di Sekolah Dasar dan ketiga masih Balita.

* Laporan Muhammad Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here