OLEH AZMI *

“Seni tak akan pernah mati” berlaku di tengah-tengah wabah menyesakkan saat ini. Mudah-mudah spirit yang Tetty Mirwa contohkan, jadi pemicu di kalangan anak muda yang  belajar senirupa di Unimed…

Intipnews.com:DI TENGAH-tengah situasi yang serba dibatasi karena wabah pandemi Covid 19 tak semuanya jadi mandek. Wabah yang satu ini memang membuat orang jadi serba salah tak bisa beraktivitas seperti biasa. Sepertinya kegiatan akan terhenti karena banyaknya larangan untuk beraktivitas pergi ke luar rumahnya untuk bekerja secara rutinitas.

Tetapi situasi ini bukanlah penghalang bagi seniman yang terbiasa beraktivitas untuk menuangkan kreasi-kreasi barunya. Seniman sudah punya rencana sendiri untuk melepaskan segala imajinasinya baik dalam bentuk seni dwi matra maupun tri matra. Berkarya itu tanpa ada batasan apakah situasi sedang pandemik atau normal-normal saja, ia tetap berkarya berdasarkan mood [hasrat]-nya.

Baru-baru ini ada aktivitas seni yang cukup unik dan baru pertama kali dilakukan, yakni mengadakan unjuk karya bersama-sama secara virtual. Dengan memanfaatkan situasi ini semua orang harus bekerja dari rumah masing-masing, mereka bisa menghimpun karya tentang kertas.

Seniman yang telah berkecimpung puluhan tahun menggeluti seni kertas ikut terlibat langsung, menggalang peserta 47 seniman. Dengan kreasinya masing-masing mereka menciptakan karya seni unik, dan juga mereka mengajak anak-anak spesial K-Pas. Pada sambutan pembukaan Guru Besar Senirupa ITB ini memberikan arahannya dengan sedikit emosional mengaku bangga terutama kepada rekan-rekan yang terlibat.

Tak terbayangkan oleh Prof Dr Setiawan Sabana, MFA bahwa kegiatan ini dikemas atas kerjasama yang kompak, penuh dedikasi berjuang hingga larut malam untuk menyukseskan acara langka ini. Beliau mengapresiasi atas loyalitas dan dedikasi tinggi sehingga acara pembukaan lancar tanpa cacat.

Pak Wawan panggilan akrabnya juga memberikan aplaus kepada rekan-rekan seniman yang terlibat mulai dari Bandung, Depok, Jakarta, Semarang, Solo dan beberapa kota lainnya serta dari Sidney, Australia. Pameran bersama dengan tajuk Festival Kertas Sejagat: Semesta Kertas dalam Renungan”, yang menyiratkan bahwa karya berbahan kertas ini terlahir perupa beragam latar ilmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here