Afif Abdillah SE: Kandinkes Kota Medan Intens Berkomunikasi Dengan Kemenkes

13

*Foto istimewa

Medan-Intipnews.com: Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan Afif Abdillah SE berharap, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan yang baru saja dilantik Wali kota akhir tahun lalu ini lebih intens berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Tak hanya masalah vaksinasi, tapi semua permasalahan kesehatan.


“Jadi jangan sampai ada miss komunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Komunikasi itu penting, jangan sampai kita bergerak sendiri, nanti berbeda pula arahan dari pusat,” ujarnya, Jumat (14/1/22).


Selain itu juga Afif yang duduk di Komisi II DPRD Medan meminta Dinas Kesehatan Kota Medan melihat dengan teliti petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan (juknis dan juklak) pelaksanaan vaksinasi booster dengan teliti. Sehingga program vaksinasi tambahan ini juga bisa sukses seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.


Terkait kinerja Kadinkes yang baru, Afif melihat hingga saat ini belum kelihatan karena masih baru. Apalagi Kadinkes bukan dari Medan

sebelumnya, makanya harus ada adaptasi. “Medan sangat padat warganya dan punya karakteristis sendiri, berbeda dengan daerah lainnya,” tuturnya.


Berkaca sebelumnya, sambung Afif, saat Kementerian Kesehatan menetapkan Medan PPKM Level 4, berkat komunikasi langsung Kadinkes Medan ke pusat, akhirnya bisa turun menjadi PPKM Level 3. Hingga sempat ke PPKM Level 1.


“Makanya di Medan ini, harus bisa jemput bola, tidak bisa hanya menunggu saja. Harus kita yang menanyakan ke pemerintah pusat apa yang harus di lakukan. Komunikasi harus lebih intens lagi,” pungkasnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah menuturkan vaksinasi booster bisa masyarakat dapatkan di berbagai fasilitas kesehatan. Yakni Puskesmas dan rumah sakit rujukan, seperti RSUD dr Pirngadi Medan.


Menurut Taufik, vaksinasi ketiga ini bisa terlaksana setelah vaksinasi lansia mencapai target 60 persen. Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Medan akan memberikan vaksin Pfizer kepada warga yang akan mendapatkan vaksinasi booster. Lantaran meski sudah di bolehkan, tapi hingga kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mengirimkan vaksin khusus untuk booster.itp05