Antisipasi Gangguan Pemilu, Apkam Intensifkan Patroli Dialogis

18

Oleh : Ananda Prameswari 

Dalam menjalankan roda pemerintahan demokratis, pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu pilar utama yang menentukan arah dan pemimpin suatu negara. Namun, di balik keberlangsungan proses demokrasi tersebut, kerawanan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) seringkali muncul sebagai ancaman nyata. 

Oleh karena itu, menjelang Pemilu, aparat keamanan, khususnya Polri, intensifkan upaya untuk mencegah dan menangkal segala bentuk gangguan kamtibmas guna mendukung terwujudnya Pemilu 2024 yang aman dan kondusif.

Dalam konteks ini, Polres Maluku Barat Daya turut aktif melibatkan Personel Patroli Satuan Samapta untuk menjalankan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya antisipasi. Patroli Ranmor roda dua menjadi andalan dalam memantau aktivitas warga serta menangkal potensi gangguan kamtibmas di Kota Tiakur dan sekitarnya. Sebanyak 7 unit Ranmor Patroli roda dua digerakkan oleh Briptu Lodik Wonmaly bersama 5 rekannya pada suatu Sabtu pagi.

Upaya patroli tidak hanya sebatas kegiatan fisik, melainkan juga membangun komunikasi publik dengan pihak terkait, seperti petugas pengamanan di Kantor Bawaslu Kabupaten MBD. Dalam dialog tersebut, personel pengamanan diminta untuk ikut menjaga stabilitas kamtibmas di sekitar tempat pengamanan menjelang Pemilu 2024. 

Jika mereka menemui peristiwa yang berpotensi menciptakan kerawanan kamtibmas, mereka dihimbau untuk segera melaporkan ke Posko Operasi Mantap Brata (OMB) di Mapolres MBD agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno, yang menyampaikan informasi dari Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Pulung Wietono, S.I.K, menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas patroli oleh personel Satuan Samapta adalah kewajiban yang harus diemban dalam rangka memelihara kondusifitas kamtibmas di Kota Tiakur dan sekitarnya. 

Dengan memperhatikan perkembangan situasi kamtibmas, personel patroli dituntut untuk selalu hadir dalam memantau aktivitas masyarakat dan menangkal segala bentuk kerawanan yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.

Kasi Humas menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan, keberadaan polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang semakin erat antara masyarakat dan Polri.

Kasi Humas menambahkan bahwa kegiatan patroli yang dilakukan oleh personel Satuan Samapta Polres MBD sejalan dengan situasi dan kondisi yang menghendaki kehadiran anggota Polri di tengah-tengah masyarakat. 

Hal ini sebagai bagian dari strategi untuk memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada penciptaan stabilitas kamtibmas yang kondusif.

Menurut Kasi Humas, pimpinan berharap agar situasi kamtibmas dapat dijaga dengan baik menjelang Pesta Demokrasi Pemilu tahun 2024. Oleh karena itu, peran serta aktif dari personel Polri dianggap sangat penting. 

Mereka diharapkan dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, memberikan pemahaman tentang kamtibmas, dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Ini tidak hanya sebagai tugas rutin, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk menciptakan stabilitas kamtibmas yang kondusif dan harmonis menjelang pesta demokrasi.

Sementara itu, di tempat lain, Kapolsek Gedangan Polresta Sidoarjo Polda Jatim, Kompol Rochsulullah, S.H., mengambil langkah serupa dalam menghadapi tantangan kamtibmas jelang Pemilu Serentak 2024. Ia menghadiri rapat koordinasi pemantapan ketertiban umum, sebuah langkah strategis untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan di wilayah hukum Polsek Gedangan.

Rapat koordinasi ini diadakan di aula kantor kecamatan Gedangan dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, seperti Camat Gedangan, Kasatpol PP bidang linmas Kab. Sidoarjo, anggota linmas se kecamatan Gedangan, Ketua PPK beserta anggota, Ketua Panwascam kec. Gedangan, dan Banser se kecamatan Gedangan. 

Rapat tersebut dihelat guna mengantisipasi kerawanan kamtibmas di delapan belas desa di Kecamatan Gedangan dan untuk mengevaluasi kesiapan menjelang pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan daerah 2024.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Gedangan, Kompol Rochsulullah, S.H., menyampaikan tujuan rapat koordinasi tersebut. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan terkait kesiapan pelaksanaan pemilihan presiden, legislatif, dan Pilkada serentak 2024 di kecamatan Gedangan. 

Mendengar perspektif dari berbagai pihak, termasuk pihak penyelenggara, hukum, dan keamanan, diharapkan dapat menciptakan langkah-langkah strategis yang terkoordinasi.

Lebih lanjut, Kapolsek Gedangan menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini juga diarahkan untuk menyatukan persepsi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi kerawanan pelaksanaan pemilihan umum serentak. 

Kolaborasi ini dianggap esensial untuk mencapai stabilitas politik, hukum, dan keamanan di wilayah hukum Polsek Gedangan selama tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.

Tak hanya itu, rapat tersebut juga menjadi wadah strategis untuk membahas strategi menjaga stabilitas politik dan keamanan selama proses tahapan pemilu serentak. Kapolsek Gedangan menekankan bahwa dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara berbagai komponen masyarakat. 

Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi dan langkah-langkah antisipasi yang efektif untuk menjaga ketertiban umum dan keamanan selama proses pelaksanaan pemilihan umum.

Dalam menyikapi upaya antisipasi kerawanan kamtibmas menjelang Pemilu 2024, kunci utama adalah kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara aparat keamanan, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat. Pihak-pihak terkait perlu saling berkoordinasi dan bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam menghadapi tahun-tahun pemilihan, kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi semakin meningkat. Pihak-pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan pemerintah, dituntut untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi potensi kerawanan yang dapat mengancam stabilitas kamtibmas.

Melalui upaya-upaya ini, diharapkan Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan adil. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai potensi tantangan.

Penulis adalah Kontributor Ruang Media