Apresiasi Sinergitas Apkam Dalam Lindungi Warga dari KST Papua

6

Oleh : Dika Samba 

Pada era ini, menjaga keamanan di Papua menjadi tantangan krusial, terutama dalam menghadapi aksi Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP). Aparat keamanan telah memainkan peran sentral dalam memastikan kekompakan dan sinergisitas guna melindungi warga Papua dari potensi ancaman, hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Papua.

Dukungan terus dilakukan guna menguatkan satuan aparat keamanan dalam menjaga wilayah Papua dan memberantas KSTP. Dalam hal ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan interaksi melalui Vicon kepada personel kepolisian yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2023. Sigit menyapa dan mendengarkan langsung kondisi situasi terkini di Papua pasca-terjadinya serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Listyo Sigit Prabowo mengatakan agar seluruh personel Satgas Operasi Damai Cartenz terbuka dalam menjalankan tugas operasinya dan menyampaikan apa saja yang menjadi kendala ataupun tantangan yang dihadapi selama menjalankan tugasnya di tanah cenderawasih.

Tindakan yang dilakukan KSTP seperti serangan bersenjata, pengeboman, penyanderaan dapat mengancam keselamatan warga dan infrastruktur. Hal ini juga menciptakan ketegangan sosial di antara berbagai kelompok masyarakat yang mengakibatkan konflik antar etnis, agama, hingga menciptakan polarisasi di dalam masyarakat.

Dalam menghadapi situasi yang dinamis, aparat keamanan perlu mengembangkan strategi bersama dan berbagi informasi secara cepat. Pembentukan Operasi Damai Cartenz 2023 secara terpadu dapat meningkatkan respons terhadap ancaman KST secara lebih efisien. Ini merupakan salah satu langkah baik guna melindungi ketakutan seluruh masyarakat Papua.

Sebelumnya Kepala Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa aparat TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz 2023, yang terdiri dari Satgas Nanggala, Satgas Gakkum dan Satgas Blukar bergabung dengan personel Polres Yahukimo, Kodim 1715 Yahukimo dan Satgas Marinir Yonif 7/Lampung telah berhasil melakukan operasi penegakan hukum di Yahukimo.

Kerjasama yang erat menjadi fondasi utama dalam mengatasi tantangan keamanan di wilayah tersebut. Langkah-langkah terkoordinasi membantu meningkatkan efektivitas operasional dan meminimalkan celah bagi aksi KST.

Operasi digelar sejak 30 Oktober 2023 dan telah berhasil menduduki 2 markas KKB pimpinan Elkius Kobak yaitu Markas Kali Ei dan Markas Kali Brasa serta terdapat sejumlah barang bukti yang berhasil disita seperti solarsel 4 unit, mesin genset 6 unit, sejumlah senjata tajam berupa parang, panah, 2 buah HT, cas HT, 2 unit senapan angin dan 1 stel pakaian loreng khas KSTP dari kedua markas tersebut.

Selain itu, terdapat juga barang bukti berupa suntikan dan beberapa botol ampul serta sejumlah obat-obatan yang diduga hasil merampas dari tenaga kesehatan di Puskesmas Amuma Yahukimo yang beberapa waktu yang lalu dianiaya KKB.

Penting untuk diketahui bahwa Satgas Damai Cartenz 2023 akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap KST yang berada di sekitar Kota Dekai Yahukimo dan bertugas untuk menjaga kondusifitas demi kelancaran pembangunan nasional yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

Tindakan aparat keamanan telah membuahkan hasil, saat ini terpantau dua wilayah di Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang sudah berangsur membaik dan kondusif, aktivitas masyarakat baik ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya sudah berjalan dengan normal.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada 35 personel Satgas Operasi Damai Cartenz. Hal itu dinilai personel sebagai bentuk motivasi untuk terus menjalankan tugas semakin baik lagi kedepannya.

Penghargaan tersebut diberikan berkat kerja keras seluruh personel dalam menjalankan tugasnya di Papua. Mengingat, Satgas Damai Cartenz juga bertugas untuk menjaga kondusifitas demi kelancaran pembangunan nasional yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

Apresiasi ditunjukan kepada personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan aparat keamanan yang sudah terlibat dalam pengamanan wilayah Papua, tidak hanya itu seluruh masyarakat juga mengapresiasi langkah tegas dan cepat aparat keamanan yang selalu melindungi masyarakat papua dari ancaman KSTP.

Pemerintah berharap agar para personel aparat keamanan menjaga kekompakan, menjaga soliditas, dan terus kerja sama sehingga program-program pembangunan bisa berjalan baik. 

Dalam melindungi warga Papua, aparat keamanan tidak hanya fokus pada respons terhadap insiden, tetapi juga pada upaya pencegahan jangka panjang. Pelibatan dengan komunitas, pemahaman mendalam terhadap dinamika lokal, dan pendekatan holistik menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan stabil.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi GN Suriastawa mengatakan Pangkogabwilhan III telah memerintahkan untuk menindak KSTP di Pegunungan Bintang secara tegas dan terukur, karena selama ini telah melakukan kejahatan melakukan pembunuhan warga sipil Orang Asli Papua (OAP), melakukan pembakaran, membunuh Satpol PP, membunuh Brimob dan kejahatan lainnya.

Dengan menjaga kekompakan dan sinergisitas, aparat keamanan dapat lebih efektif melindungi warga Papua dari ancaman KSTP. Langkah-langkah proaktif dan terkoordinasi menciptakan dasar yang kokoh untuk keamanan jangka panjang di wilayah ini.

Upaya diplomasi dan pendekatan pencegahan juga perlu ditingkatkan. Pemerintah juga telah memperkuat pembangunan di wilayah Papua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendengarkan aspirasi warga setempat. Hal ini dapat mengurangi faktor pendorong dukungan terhadap KST.

Dengan demikian, kekompakan dan sinergisitas aparat keamanan dalam melindungi warga Papua dari aksi KST menjadi langkah strategis untuk mencapai keamanan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

 Mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta