Apresiasi Upaya Pemerintah Mengantisipasi Penimbunan dan Pengoplosan Stok Beras

37

Oleh: Nana Gunawan 

Sidak (inspeksi mendadak) pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Indonesia sedang digelar. Hal ini dilakukan oleh Satgas Pangan di tiap daerah guna mengantisipasi penimbunan dan bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok beras di pasaran. Pemerintahan Daerah khawatir program stok beras disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang tega melakukan penimbunan beras.

Peneliti Center for Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Rusli Abdullah meminta Pemerintah agar mengantisipasi potensi terjadinya penimbunan stok beras di Indonesia.

 Pemerintah harus melakukan aksi tegas untuk menekan perilaku yang mengarah pada kepanikan saat membeli beras.

Aksi tersebut dilakukan Pemerintah dengan cara operasi pasar, melakukan sidak, maupun memberikan bantuan beras kepada masyarakat kelas menengan ke bawah yang terkena dampak inflasi harga beras. Kemudian, Pemerintah juga membantu para petani untuk siap panen pada saat musim panen raya.

Kota Malang merupakan salah satu wilayah yang saat ini sedang dilakukan sidak. Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Rizki Saputro mengatakan sidak tersebut dilakukan oleh Satgas Pangan Polres Malang dalam rangka memastikan ketersediaan pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain melakukan sidak, pihaknya juga melakukan pengecekan ketersediaan komoditas beras di Gudang Bulog yang berada di Kota Malang dan sekitarnya. Menurutnya, stok beras di Gudang bulog masih aman untuk kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik meminta kepada masyarakat khususnya yang berada di Kota Malang untuk tidak resah dan menghindari panic buying karena Polres Malang tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya praktik penimbunan beras yang dapat merugikan masyarakat.

Di sisi lain, sidak pedagang beras juga dilakukan di Kota Blitar, Jawa Timur. Sidak ini dilakukan Satgas Pangan Kota Blitar guna mengantisipasi penimbunan beras di pasaran. Satgas Pangan Kota Blitar telah mendatangi sejumlah pedagang sembako maupun toko prancangan untuk memastikan stok beras di Kota Blitar aman untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Unit Pidekter Satreskrim Polres Kota Blitar, Ipda Yuno Sukaito mengatakan bahwa Satgas Pangan di Kota Blitar rutin melakukan pengecekan terhadap stok beras di pedagang pasar termasuk stok di Gudang Bulog. Distribusi dari Bulog juga masih terpantau lancar sehingga penyaluran beras ke masyarakat di tiap desa tidak memiliki hambatan. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap harga beras agar tidak mengalami kenaikan. 

Kemudian, untuk mengantisipasi penimbunan oleh oknum, pihaknya terus melakukan pemantauan di gudang-gudang penyimpanan beras dan menyidak sejumlah pasar di Kota Blitar. Antisipasi ini perlu dilakukan guna mencegah terhambatnya distribusi beras ke masyarakat.

Repacking dan pengoplosan juga menjadi fokus utama Pemerintah yang dilakukan oleh spekulan tidak bertanggung jawab. Tindakan ini tentunya sangat merugikan masyarakat karena mendapatkan beras campuran antara subsidi Bulog dengan beras berkualitas kurang baik.

Melihat hal ini, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mengimbau Pemerintah untuk melakukan aksi antisipasi penimbunan bahan pangan agar tidak terjadi praktik penimbunan, pengoplosan, maupun praktik curnag lainnya atas tata kelola pangan strategis rakyat.

Pemerintah juga akan menindak tegas oknum penimbun atau pengoploas beras yang tidak sesuai dengan ketentuan aturan. Selain itu, Pemerintah tidak akan ragu untuk menyeret para oknum tersebut ke meja hijau agar membangkitkan efek jera terhadap pelaku.

Antisipasi ini dilakukan Pemerintah dengan menjaga ketahanan pangan, mengamankan harga di tingkat produsen dan konsumen, mengelola cadangan pangan, penyediaan dan pendistribusian pangan, mengembangkan industri berbasis pangan, serta kegiatan importasi pangan sehingga dapat meminimalisir celah oknum-oknum nakal untuk berbuat kecurangan.

Dengan komitmen dan langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah dan Satgas Pangan di berbagai daerah, diharapkan dapat mencegah terjadinya perilaku curang dari pelaku yang menimbun dan mengoplos beras SPHP. Kemudian, diharapkan juga dapat menjaga stabilitas pasokan beras dan harga pangan agar selalu dalam kondisi yang aman untuk kepentingan masyarakat. 

Masyarakat tidak perlu khawatir terkait stok beras di Indonesia karena Pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga agar stok cadangan beras di gudang-gudang Bulog selalu tersedia. Masyarakat juga tidak perlu panik dalam membeli beras karena Pemerintah akan menjamin tidak akan ditemukannya penimbunan beras oleh pelaku kejahatan. Ke depannya, masyarakat diharapkan dapat menguatkan dukungannya terhadap langkah-langkah Pemerintah dalam menjamin ketersediaan stok beras di pasaran.

Penulis merupakan Pengamat Ekonomi Pershada Institut.