Atasi Banjir, Bobby Nasution: Perlu Kolaborasi dengan Pemprovsu, Pemerintah Pusat & Masyarakat

54
Atasi Banjir, Bobby Nasution: Perlu Kolaborasi dengan Pemprovsu, Pemerintah Pusat & Masyarakat
Foto: Istimewa

MedanIntipnews.com: Tingginya intensitas hujan menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan mengalami kebanjiran, Selasa (23/11). Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh warga Kota Medan. Dikatakannya, Pemko Medan akan bekerja keras untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

“Sebagai Wali Kota Medan, saya minta maaf kepada seluruh warga Kota Medan atas masalah banjir yang terjadi  di sejumlah wilayah. Saat ini Pemko Medan sedang membenahi seluruh drainase yang tersumbat agar genangan dapat diatasi,” kata Bobby Nasution

Di samping itu, ungkap Bobby nasution, Pemko Medan juga sedang mempersiapkan berbagai perencanaan penanggulangan banjir jangka panjang sehingga Kota Medan bebas dari permasalahan banjir. Tentunya hal ini, ungkapnya, perlu dipahami dan disadari perlunya kolaborasi baik dengan Pemerintah Provinsi Sumut, Pemerintah Pusat  dan juga masyarakat.

“Sekali lagi saya menyampaikan permintaan kepada seluruh warga Kota Medan. Saya juga berharap dukungan besar dari warga yang dalam menjalankan program-program untuk mengatasi dan menanggulangi permasalah banjir di Kota Medan,” harapnya.

Menyikapi permasalahan banjir tersebut, Bobby Nasution langsung memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan beserta kecamatan untuk berkolaborasi mengatasinya. Rabu (24/11) pagi, digelar rapat penanggulangan banjir di Balai Kota Medan yang dipimpin Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

Berdasarkan instruksi Wali Kota, Sekda meminta kepada seluruh camat sebagai pemegang wilayah yang mengetahui titik-titik mana saja terjadinya banjir agar mengerahkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) agar melakukan normalisasi drainase. Ditambah lagi, kecamatan juga memiliki petugas melati dan bestari.

“Kerahkan semua petugas yang ada, lakukan normalisasi drainase dari hilir ke hulu agar pengerjaan yang dilakukan maksimal. Berfikirlah secara objektif, turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi dengan UPT dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut,” tegas Wiriya.

Didampingi Asisten Pemerintahan (Aspem) M Sofyan, Kepala Bappeda Benny Iskandar, Plt Kadis PU Ferri Ichsan dan Kepala Inspektorat Sulaiman Harahap, Wiriya kemudian minta kepada Dinas PU dan seluruh camat untuk mencatat  dimana saja kawasan yang ada di wilayahnya masing-masing menjadi skala prioritas penanganan banjir.

“Sesuai arahan dari Pak Wali, saya minta petugas harian lepas (PHL) yang ada di Dinas PU dan kecamatan dikerahkan seluruhnya untuk bekerja melakukan normalisasi drainase, terutama kawasan yang rentan terjadinya banjir. Kerjakan dengan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi banjir kembali. Agar pengerjaan dilakukan maksimal, saya minta Pak Aspem dan Kabag Tapem memantau langsung di lapangan,” tegasnya.

Selanjutnya, Wiriya juga minta kepada seluruh camat untuk membuat surat resmi kepada Dinas PU tembusan Wali Kota dan Sekda tentang lokasi banjir yang terjadi, Selasa (23/4) malam. Dikatakannya, surat tersebut harus dilengkapi dengan data seperti ketinggian air, lama waktu surutnya  dan jumlah rumah yang menjadi korban banjir.

“Saya minta setiap camat memberikan saran dan solusi dari setiap lokasi banjir yang ada di wilayahnya masing-masing sebagai bahan masukan bagi Dinas PU, termasuk banjir rob yang terjadi di Belawan. Dengan demikian Dinas PU tinggal mengambil solusi terbaik seperti apa guna mengatasi persoalan banjir tersebut,” ungkapnya.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Wirya menegaskan agar membantu masyarakat yang terkena banjir dengan sebaik-baiknya. Hal ini penting dilakukan dilakukan agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah ada di tengah-tengah mereka pada saat terjadi bencana banjir tersebut.

“Kalau bisa tangani dan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam membantu masyarakat. Tunjukan ke masyarakat bahwa pemerintah tidak hanya diam. Pemerintah ada saat mereka butuh bantuan. Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga  harus mengecek dahan maupun pohon yang rentan patah maupun tumbang. Jangan sampai sudah terkena banjir, masyarakat terkena pohon tumbang ataupun tertimpa dahan yang patah. Di samping itu pastikan tidak ada ranting  pohon yang masuk drainase maupun parit sehingga menyebabkan terjadinya penyumbatan,” ungkapnya.

Sementara itu , Plt Kadis PU Kota Medan Ferri Ichsan mengakui, pihaknya telah mendapat perintah langsung Wali Kota Medan agar secepatnya melakukan normalisasi drainase, terutama wilayah yang paling parah mengalami banjir. Instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution pun langsung ditindaklanjutinya, seluruh kepala UPT telah dikumpulkan dan diminta hari itu juga melakukan normalisasi drainase.

“Dalam melakukan normalisasi drainase, kami akan berkolaborasi dengan pihak kecamatan. Titik lokasi yang menjadi prioritas adalah kawasan yang paling parah mengalami banjir, termasuk pemukiman warga. Untuk seminggu ini,  kami fokus melakukan normalisasi drainase di seputaran Jalan HM Jhoni, Jalan Ayahanda dan Jalan Jamin Ginting dalam,” kata Ferry. * Itp04