Atasi Blank Spot, Pemkab Toba Akan Berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat

29
Atasi Blank Spot, Pemkab Toba Akan Berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat
Wakil Bupati Toba Tonni Simajuntak SE saat konferensi pers. (Foto: Ist)

TobaIntipnews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mengakui sejumlah 36 Desa di Kabupaten Toba masih dinyatakan blank spot (Kosong sinyal).

Untuk mengatasinya Pemkab Toba akan berkordinasi dengan pemerintah pusat. Kita sudah sampaikan jumlah daerah dan nama-nama daerah yang blank spot,” ujar Wakil Bupati usai penandatanganan MOU dengan pihak Kominfo Pusat di Del Sitoluama,Selasa (23/11).

Dalam penandatanganan MoU antara Pemkab Toba dengan pihak Kominfo Pusat, Wakil Bupati Toba, Tonny M Simanjuntak SE, meminta pihak Kominfo Pusat memberikan perhatian serius soal blank spot tersebut. 

Pasalnya, bank spot ini merupakan  hambatan dalam program smart city.

“Dengan hadirnya dari Kominfo pusat dalam empat kali pertemuan, kita mencari dan menyinkronkan data dalam pembangunan di Kabupaten Toba. Hal ini kita lakukan guna menyongsong tahun 2022 sebab Toba adalah bagian dari KSPN,” kata Wakil Bupati.

“Dengan dilakukannya pendampingan smart city ini, kita dapat menciptakan integritas dan pengumpulan data dalam pengembangan smart city di Kabupaten Toba.

Dan program smart city tersebut dapat dilakukan pada tahun 2022. Kita harapkan hal ini dapat kita implementasikan di tahun 2022,” katanya.

Enam dimensi sasaran pembangunan Smart City yakni, Smart governance, Smart Branding, Smart economy untuk penguatan ekonomi lokal , Smart Living, Smart Society dan Smart entertainment.

Kementerian Kominfo Pusat (RI), Barry Simorangkir selaku pembimbing, menjelaskan, konsep smart city menjadi hal wajib untuk dilakukan oleh setiap kabupaten/ kota untuk pemanfaatan teknologi dan tata kelola daerah demi menciptakan efisiensi, memperbaiki peningkatan pelayanan publik dan menciptakan kesejahteraan warga.

“Rencana pelaksanaan program smart city di Kabupaten Toba tentu tidak lepas dari penetapan kawasan pariwisata prioritas Danau Toba. Seluruh pemangku kepentingan, OPD harus bersama-sama melakukannya,” jelas Barry.

Laporan: Manuala Tampubolon