Bank Indonesia Prediksi Cabai dan Bawang Sumbang Inflasi Juni 2022

14
foto :istimewa
Teks foto " Ilustrasi Bank Indonesia( ist)

Jakarta-Intipnews.com:  Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan penyumbang terbesar inflasi Juni 2022 hingga minggu ketiga adalah cabai merah sebesar 0,14 persen mtm dan cabai rawit sebesar 0,10 persen mtm. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada Juni 2022 akan mencapai 0,43 persen secara bulanan

 “Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu ketiga Juni 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga Juni 2022 diperkirakan sebesar 0,43 persen mtm,” katanya dalam siaran pers    Sabtu 18 Juni 2022.

BI mencatat, beberapa komoditas pangan lain yang turut menyumbang inflasi pada Juni 2022, diantaranya bawang merah sebesar 0,06 persen mtm, telur ayam ras 0,05 persen mtm, tomat sebesar 0,03 persen mtm, serta bayam dan air kemasan masing-masing sebesar 0,02 persen mtm.

Kemudian, komoditas kangkung, ikan kembung, nasi dengan lauk, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter turut menyumbang inflasi, masing-masing sebesar 0,01 persen mtm. Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05 persen mtm, serta angkutan antar kota dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,03 persen mtm.

Komoditas daging sapi, bawang putih, udang basah, dan emas perhiasan pun turut menyumbang deflasi masing-masing sebesar 0,01 persen mtm. Adapun, pada Mei 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2022 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen mtm.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh penurunan inflasi pada semua kelompok, baik inti, harga bergejolak (volatile food), maupun harga yang diatur pemerintah (administered prices). Inflasi inti pada Mei 2022 tercatat sebesar 0,23 persen mtm, lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi April 2022 sebesar 0,36 persen mtm, terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas emas perhiasan seiring dengan pergerakan harga emas global.

Menurut BI, inflasi inti tetap terjaga di tengah permintaan domestik yang meningkat, didukung stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.( kc/itp.04)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini