Bekas Pondok Lama Milik Marjan Girsang Dibakar AM Mengaku Orang PT SPS

66
Bekas Pondok Lama Milik Marjan Girsang Dibakar AM Mengaku Orang PT SPS
Puing-puing bekas Pondok Lama milik Marjan Girsang yang dibakar AM mengaku orang dari PT SPS. (Foto: Ist)

SimalungunIntipnews: Bekas pondok lama milik Marjan Girsang yang berlokasi berdampingan atau bersebelahan dengan puncak laut tawar, dibakar AM yang mengaku orang dari PT SPS untuk menghilangkan barang bukti. 

Terkait pembakaran bekas pondok lama milik Marjan Girsang, berdampingan dengan puncak laut tawar (bukan berlokasi di puncak laut tawar) sebagaimana dalam berita sebelumnya.

“Yang dibakar bukan pondok Puncak Laut Tawar, memang Lokasi ini bersebelahan dalam satu bukit yang sama,” kata Benson Kaban, Minggu 10 Oktober 2021.

Menurut Benson Kaban, Marjan Girsang mengusahai bukit tersebut sejak tahun 2013. Bukit yang dikelolanya namanya populer di youtube “Bukit Sinarta atau Puncak Sinarta Rumah Tuan”. Persoalannya sekarang, ungkap Benson, plang merek berupa Spanduk milik Marjan juga ikut di cabut, tepatnya di persimpangan jalan ke BIR.

Selanjutnya Benson menjelaskan, bahwa Marjan Girsang sebelumnya juga sudah bersusah payah mengumpulkan material untuk membangun toilet, kini AM juga memerintahkan anak buahnya menggunakan bahan yang sama untuk membangun Toilet.

“AM memakai perlengkapan kabel milik Marjan Girsang untuk instalasi listrik yang sedang dibangunnya. Tong air dan peralatan pertanian/tukang termasuk barang-barang di Puncak Laut Tawar ludes semuanya dipakai AM,” papar Benson.

Marjan Girsang dan berberapa petani yang tanamannya dibuldozer oleh AM Cs akhirnya melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Simalungun pada Jumat 8 Oktober 2021 kemarin.

Soalnya, menurut laporan warga, padi yang sedang tumbuh baik, juga tanaman lain seperti kentang, kol, cabai dan kopi, semuanya dibuldozer AM Cs yang mengaku dari PT SPS tersebut.  

Di sisi lain, Benson juga mengungkapkan, bahwa tanah Pagi-Pagi juga turut dikuasai PT SPS. Atas kejadian tersebut, banyak masyarakat sekitar yang trauma, terlebih hingga kini tanah milik masyarakat yang diduga telah diserobot PT SPS tersebut, tak kunjung kembali ke tangan masyarakat, ujar Benson. * Itp04