Besok Diterapkan E-Parking di 22 Titik Kota Medan, Pengamat: Langkah Tepat Dalam Meningkatkan PAD

15
Besok Akan Diterapkan E-Parking di 22 Titik Kota Medan, Pengamat Langkah Tepat Dalam Meningkatkan PAD
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Besok (Senin, 18 Oktober 2021) akan diterapkan e-parking di 22 titik pada 18 ruas jalan di 8 kawasan, sehingga masyarakat hanya dapat melakukan pembayaran parkir secara non-tunai. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan Iswar Lubis, kemarin. 

Iswar juga menyebutkan, Dinas Perhubungan Kota Medan juga telah bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Logika Garis Elektronik, dalam hal menyiapkan sarana dan prasarana baik itu teknologi dan alat pendukung lainya, sehingga nantinya dapat memudahkan masyarakat melakukan pembayaran parkir secara non-tunai.

“Kita ingin agar teknologi yang dibayarkan dapat menampung metode pembayaran secara digital apakah itu dengan QRIS e-money ataupun dengan aplikasi seperti OVO,” sebut Iswar.

Selain itu Iswar juga meminta agar PT Logika Garis Elektronik dapat memberdayakan juru parkir (Jukir) yang ada, serta memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi mereka yang bertugas seperti mengikutsertakanya ke dalam BPJS.

Adapun ruas jalan yang akan diterapkan e-parking ini di antaranya Jalan Zainul Arifin (Mulai dari simpang Jalan Diponegoro sampai simpang Jalan S Parman), Jalan Setia Budi (mulai dari simpang Jalan Sunggal sampai simpang Jalan dr Mansyur).

Jalan Irian Barat (mulai dari simpang Jalan HM Yamin sampai simpang Jalan Veteran), Jalan Pemuda (mulai dari simpang Jalan Pandu sampai Jalan Palang Merah), Jalan Cirebon (mulai dari simpang Jalan MT Haryono sampai simpang Jalan Pandu).

Jalan Pemuda Baru I, Jalan Pemuda Baru II dan jalan Pemuda Baru III, serta Kawasan Pasar Baru yakni Jalan Palangkaraya, Jalan Palangkaraya Baru, Jalan Bandung, Jalan Jember, Jalan Bogor, Jalan Kotanopan I, Jalan Kotanopan II, Jalan Pekantan dan Jalan Barus.

Hal ini guna mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Walikota Medan, Bobby Nasution menambah 22 titik e-parking dari sebelumnya yang sudah ada.

E-parking ini juga mencegah uang parkir masuk ke kantong pribadi oknum. Dengan demikian Bobby Nasution memastikan PAD dari sektor parkir ini dapat terserap secara optimal.


Agar diterapkan e-parking ini besok berjalan dengan optimal, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan telah menyiapkan langkah-langkah termasuk menyiapkan sarana dan prasarana, SDM, serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat kota Medan.

Sementara itu Dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan, Audrey M Siahaan SE MSi Akt menilai, langkah yang diambil Walikota Medan, Bobby Nasution dengan menambah jumlah titik e-parking di kota Medan merupakan langkah tepat dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor parker.

Sebab nantinya Pemko Medan akan memiliki laporan realisasi retribusi parkir yang lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dengan mudah dapat menentukan potensi pemasukan dari sektor parkir.

“Dari segi laporan keuangan ini sangat bagus, jadi kita bisa mengetahui berapa sebenarnya potensi parkir yang ada, dan pada akhirnya tentu akan meningkatkan PAD Pemko Medan karena uang parkir langsung masuk ke pemerintah,” kata Audrey.

Untuk memastikan e-parking ini besok berjalan optimal dan dapat diterima oleh masyarakat luas, Audrey M Siahaan menyarankan agar Pemko Medan melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Sebab tidak semunya masyarakat memiliki aplikasi pembayaran digital atau e-money.

“Sosialisasi kepada masyarakat itu sangat penting, karena harus kita akui tidak semua masyarakat memiliki aplikasi pembayaran atau e-money, jadi butuh waktu bagi masyarakat untuk menyesuaikannya, namun saya yakin dengan sosialisasi yang kuat orang-orang akan terbiasa meskipun butuh waktu,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga memberikan masukan agar juru parkir (Jukir) yang ditugaskan nanti benar-benar harus profesional dan bertanggungjawab. Artinya Jukir harus mengatur parkir kendaraan dengan teratur sesuai dengan rambu-rambu jalan.

“Jukir harus bertanggungjawab mengatur parkir kendaraan dengan tertib. Terkadang sering kejadian waktu kita ingin parkir, Jukirnya tidak ada, namun pada saat kita keluar justru Jukirnya muncul. Jadi harus bertanggungjawablah,” sarannya. * Ril/Itp04