BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun 2022 Mencapai 4,7 – 5,5 Persen

44
BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun 2022 Mencapai 4,7 - 5,5 Persen
Foto: Istimewa

MedanIntipnews.com: Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7 – 5,5 persen dari 3,2 – 4,0 persen pada tahun 2021. Pertumbuhan itu didorong berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia pada tahun 2022 naik 4,7 – 5,5 persen dari tahun 2021 yaitu 3,2 – 4,0 persen,” ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (22/11/2021).

PTBI 2021 bertema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” itu digelar secara hibrida (daring dan luring) dan disiarkan secara virtual yang dihadiri Presiden RI Jokowidodo, para menteri, gubernur setiap provinsi, OJK, Kepala BI setiap provinsi, termasuk Kepala Perwakilan BI Sumut Soekowardojo dan seluruh stakeholder, media massa serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. Masyarakat juga mengikuti rangkaian PTBI melalui siaran langsung pada kanal media sosial BI dan Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia.

Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi juga didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022.

Dijelaslakannya, penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas masal dari pandemi Covid-19. Sedangkan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural,

Presiden RI, Joko Widodo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komunikasi yang terjalin intens dan baik diantara jajaran otoritas, baik antara BI, OJK, LPS, dan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan. Hal ini menjadi kunci dalam mengelola dampak varian delta Covid 19 terhadap perekonomian nasional di 2021, sehingga setiap permasalahan kecil dapat terselesaikan.

Ke depan, Presiden RI juga mendorong untuk dikembangkannya ekonomi hijau dan memperkuat digitalisasi ekonomi, khususnya UMKM.

Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.

Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1 – 1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah. Dana Pihak Ketiga dan kredit akan tumbuh 7,0 – 9,0% dan 6,0 – 8,0% pada 2022. Ekonomi-keuangan digital akan meningkat pesat. Pada tahun 2022, nilai transaksi e-commerce diprakirakan akan mencapai Rp530 triliun, uang elektronik Rp337 triliun, dan digital banking lebih Rp48 ribu triliun.