BI Terus Dorong Masyarakat Gunakan Pembayaran Digital

175

Oleh Roni Neliati
Samosir-Intipnews.com: Perlahan masyarakat mulai didorong untuk memanfaatkan digitalisasi guna melakukan transaksi pembayaran. Itu sebabnya istilah pembayaran digital atau pembayaran elektronik kini sangat akrab di telinga. Lantas apa itu pembayaran digital?

Pembayaran digital adalah proses transfer nilai darinsatu akun pembayaran ke proses transfer nilai dari satu akun pembayaran ke akun pembayaran lainnya menggunakan perangkat digital, bisa ponsel, Point’ of Sales (POS), seluruh saluran komunikasi digital seperti data nirkabel seluler atau komputer.

Sistem pembayaran digital ini memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Mengutip pernyataan Komisaris Utama PT Finnet Indonesia Difi Ahmad Johansyah dalam acara Capacity Building yangbdiselenggarakan Bank Indonesia (BI) Erwakilan Sumut, Sabtu (25/10/2023), salah satu manfaat pembayaran digital yakni transaksi pembayaran tidak lagi bertemu orang dan melakukan antrian panjang dan memakan waktu.

Pembayaran digital sebuah platform berbasis teknologi yang menjembatani proses transaksi keuangan secara non tunai, baik kepada merchant online maupun offline. Kini, popularitas pembayaran digital semakin meningkat dan masyarakat mulai akrab menggunakannya.

Masih menurut Difi Ahmad, ada beberapa faktor yang menyebabkan popularitas pembayaran digital saat ini meningkat. Selain penetrasi perangkat mobile yang tinggi, juga didukung dengan meluasnya merchant yang go-digital. Kemudian diikuti dengan regulasi sistem pembayaran semakin matang, hingga kuatnya ekosistem penyelenggara layanan.

Ditambah lagi, Difi mengungkapkan,
pembayaran digital saat ini juga memfasilitasi berbagai transaksi offline seperti di supermarket hingga pedagang asongan, memanfaatkan QRIS yang terus digenjot pemanfaatannya oleh otoritas Bank Indonesia (BI), sebagai regulator yang menaungi sistem pembayaran juga mendorong transaksi nontunai melalui berbagai program sosialisasi dan insentif yang digalakkan.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai penyelenggara sistem pembayaran yang menggunakan QR Code. Dikutip dari Wikipedia, QR Code dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai di Indonesia. QRIS dapat digunakan untuk semua ponsel cerdas dengan pemindain kode . Oleh karenanya Semua penyelenggara jasa sistem pembayaran yang akan menggunakan QR code pembayaran wajib menerapkan QRIS.

Dengan adanya QRIS, tentunya sangat membantu dan mempermudan masyarakat selaku konsumen untuk melakukan pembayaran dengan aplikasi apapun (e-money) dengan kode QR yang sama. Begitu juga dengan pemilik merchant, mereka tidak perlu lagi menempel kode yang berbeda-beda untuk menerima pembayaran dari berbagai jenis aplikasi.

Sementara itu bagi pelaku bisnis, adanya sistem pembayaran digital ini memudahkan mereka untuk menyimpan uang dan mengelola arus kas. Selain itu, pembayaran digital menghindari risiko klasik seperti tidak ada kembalian atau rentan terjadi salah hitung.

Di samping itu pembayaran digital juga memungkinkan pebisnis meningkatkan retensi pengguna, dengan berbagai program loyalitas seperti promo atau poin yang bisa diselenggarakan melalui platform POS atau payment gateway yang digunakan.

Besarnya manfaat yang diperoleh dari pembayaran digital, kini telah difasilitasi sehingga pembayaran digital telah dapat digunakan dalam transaksi offline seperti di supermarket hingga pedagang asongan. Bahkan, Bank Indonesia sebagai regulator yang menaungi pembayaran juga terus menggenjot pemanfaatan QRIS dalam transaksi nontunai melalui berbagai program sosialisasi dan insentif yang digalakkan.

Sebagai upaya mensosialisasikan pembayaran digital kepada masyarakat, Bank Indonesia Perwakilan Sumut berharap para jurnalis ekonomi dan bisnis dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat. Guna memperkuat pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat, tentunya dibutuhkan jurnalis yang berkompetensi. Terkait itu, Bank Indonesia Perwakilan Sumut merasa penting menggelar Capacity Building bagi wartawan ekonomi dan bisnis.

Hal ini sesuai dengan harapan Deputi Direktur BI Sumatera Utara Poltak Sitanggang. Dibutuhkan, informasi selengkapnya terkait pembayaran digital sehingga masyarakat tidak panik dan mengetahui secara jelas manfaat yang diperoleh. Ditambah lagi, BI juga bertanggung jawab memberikan informasi yang baik untuk disebarluaskan kepada masyarakat.