BI Tiga Afirmasi Memperkuat Memajukan UMKM

18
foto :istimewa

Sulawesi Selatan-Intipnews.com: Ada tiga afirmasi dalam memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dalam memajukan UMKM. Demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Upacara Pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia – Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI – BWI) Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022) di Kota Makassar.

Pertama, afirmasi keberpihakan pada UMKM, utamanya melalui penyediaan dan penggunaan e-catalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan Pemerintah.

Kedua, adalah pemberdayaan UMKM dengan klasterisasi dan pelatihan kewirausahaan, serta akses pembiayaan kepada perbankan.

Ketiga, digitalisasi UMKM termasuk sistem pembayaran. Hal ini salah satunya telah diwujudkan dalam capaian 14 juta merchant pada tahun 2021 yang telah didigitalisasi melalui implementasi QRIS, termasuk di dalamnya 98% merchant UMKM.

Hal ini merupakan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong UMKM go export. Hal ini juga menjadi semangat UMKM go export untuk daya dukung perekonomian Indonesia di tengah pemulihan pasca pandemi.

Bank Indonesia terus memperkuat kolaborasi dengan melakukan Jambore UMKM di seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia. Bank Indonesia senantiasa berkolaborasi untuk memajukan UMKM dengan sejumlah inisiatif yang dilakukan dalam Gernas BBI – BWI.

Selain itu Bank Indonesia berkeinginan menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pusat perekonomian Kawasan Timur Indonesia, sekaligus sebagai strategic point pengembangan UMKM Kawasan Timur Indonesia dengan Semangat PINISI. Mari dukung UMKM dan wisata lokal di seluruh nusantara.

Di kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan apresiasi kepada BI dan Kepala Daerah bersama seluruh perwakilan di berbagai daerah yang telah menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mendukung Gernas BBI – BWI 2022.

Di samping itu, ke depan terdapat program pemerintah untuk mendukung UMKM, yang mewajibkan belanja pemerintah sebesar Rp 400 triliun menggunakan e-catalog yang dapat menjadi wadah bagi peran UMKM dan diproyeksikan akan mencetak puluhan ribu UMKM baru dan menyediakan ratusan ribu produk.

Dengan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh 1,7 persen berdasarkan data BPS, UMKM perlu dilibatkan dalam hilirisasi dan perlu diberikan pelatihan melalui pembangunan pusat pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Abdullah Azwar Anas, menambahkan, melalui e-catalog, belanja Pemerintah dapat dilakukan secara lebih akuntabel dan lebih mudah dalam proses pendaftaran.

Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menambahkan bahwa kebijakan pemerintah yang mengakomodasi direct call (rute langsung) telah mendongkrak angka ekspor Sulawesi Selatan hingga 25% dan berdampak positif pada perusahaan berskala kecil hingga UMKM, terutama pada industri bahan pangan, khususnya rempah.

Tercatat jumlah UMKM terdaftar di Sulawesi Selatan naik dari 900 ribu usaha menjadi 1,5 juta usaha. Pendekatan digital menjadi hal yang penting bagi UMKM Sulawesi Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR, Amir Uskara, mengharapkan perlunya pembinaan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan kelas setiap golongan UMKM.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno pada kesempatan yang sama mengapresiasi kualitas UMKM binaan Bank Indonesia dan berharap BI senantiasa menjadi lokomotif pemberdayaan UMKM. Semangat BBI perlu didukung dengan kebanggaan membeli produk UMKM

Pembukaan Gernas BBI-BWI Sulawesi Selatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Amir Uskara, Gubernur BI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Abdullah Azwar Anas, yang dilakukan secara hybrid. Itp05