Binjai Punya Sejarah Terhadap MTQ

205
foto :istimewa
Foto : Sidang komisi di Raker LPTQ Binjai yang alot. ( Intiponews.com/RR Izka Rawi)

Laporan : RR.Izka Rawi

Binjai-Intipnews.com: Peserta raker  Lembaga Pengembang Tilawatil Quran( LPTQ) Kota Binjai sangat serius melahirkan berbagai program . Ada tga komisi ditetapkan dengan berbagai thema dan rekomendasi pada raker LPTQ yang diselenggarakan 28 sampai 30 September 2022 di Prapat. Walau diselingi dengan wisata, tetapi peserta raker sangat serius,bahkan tidak jarang terjadi  debat yang sangat positip untuk mewujudkan program tentang peningkatan pembinaan qori dan qoriah,bahgkan  masalah pelaksanaan MTQ dari tingkat kelurahan,kecamatan dan kota.

Rasa tanggung jawab berorganisasi dan terpenting  ada beban moral bagi LPTQ Binjai tentang MTQ. Binjai punya sejarah pelaksanaan MTQ  dan pernah di klaim yang pertama di Indonesia .MUI Kota Binjai bekerja sama dengan LPTQ pernah membuat  dialog publik pada 12 Februari 2014 di STAi Al Ishlahiyah Binjai. Pada dialog publik itu menghadirkan nara sumber Dr.Azhari Akmal Tarigan,Mag, H.Chaliluddin Batubara, Drs.H.Yusdarly Amar dari Tanjung Balai, H.Fachruddin Ry dari Kab.Langkat dan H.Riswan Rika( wartawan  harian Waspada).

Dialog publik dipimpin Jafar Siddiq dan Drs.Sudianto sebagai moderator serta HM Amin Nst dan M.Saleh,,MA  sebagai notulis. Hasil dilog publik itu diterbitkan dalam sebuah buku  dengan judul “ Menelusuri Akar Sejarah MTQ Pertama di Indonesia” yang disusun oleh HM Amin Nst dan M. Saleh yang diterbitkan DP MUI kota Binjai.

 Daerah manapun yang pertama, tetapi  MTQ  punya sasaran tertentu dan tujuan dari mTQ itu diberikan wewenang kepada LPTQ dietiap daerah. Bahkan Gubsu Edy Rahmyadi pada rakertas LPTQ Sumatera Utara  berharap Sumut harus bisa menjadi ikon qori. Pencarian bakat dan potensi generasi muda di tingkat desa menjadi fokus Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi guna melahirkan bibit-bibit qori dan hafiz dalam pengembangan Tilawah Alquran. Karenanya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) diminta tingkatkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menelusurinya.

LPTQ Binjai yang kini dipimpin H.Irwansyah Nst, S.Sos punya beban tidak ringan. Apalagi Wali Kota Binjai saat ini Drs.H. Amir Hamzah MAP punya dedikasi memimpin LPTQ  sembilan tahun dan dibawah kepimpinannya LPTQ melangkah maju dan qori dan qoriah Binjai mampu meraih posisi lima atau empat di Prov. Sumatera Utara.Bahkan qori putra Novandra sukses meraih juara MTQ internasional di Banda Aceh.Bahkan beberapa qori dan qoriah asal Binjai dipercaya ikut STQ dan  MTQ  tk. Nasional.

Amir Hamzah saat memimpin LPTQ Binjai sangat perhatian terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi qori dan qoriah. Bahkan mengundang qori bertaraf internasional untuk melatih qori dan qoriah Binjai. Ketua LPTQ Binjai H. Irwansyah yang juga Sekdako Binjai  mengikuti kesuksesan yang sudah diraih dan tidak terpana sesaat. Irwansyah minta Raker LPTQ harus merekomendasikan pencarian bibit qori dan qoriah.” Ini tidak bisa dilakukan dalam tempo singkat, sebab harus ada pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.

Apalagi Pemko Binjai memprogram membangun Quran Centre di Jalan Soekarnoi-Hatta( bekas pasar Tunggurono) yang tidak terpakai lagi. Quran Centre itu merupakan salah satu visi dan misi Amir Hamzah pada pilkada lalu. Dengan dibangunnya Quran Centre berarti sarana dan prasarana  membumikan quran di kota Binjai sudah ada. Salaah satu pada rekomendasi raker, diharapkan quran centre nantinya penglolaannya Pemko Binjai dengan mengikutkan LPTQ. Oleh sebab itu  tugas pengurus LPTQ di antaranya adalah fokus dalam mencari potensi pengembangan Al Quran ke tempat-tempat yang tidak terjangkau selama ini, tetapi secara kualitas dan bakat memungkinkan untuk dilatih menjadi qori/qoriah, hafiz/hafizah dan lainnya. Karena langkah itu dilakukan secara non formal, dan akan diteruskan secara formal oleh pemerintah setempat mulai dari kelurahan , kecamatan hingga kota Binjai, jika memungkinkan tingkat provinsi dan seterusnya.

 Binjai harus bisa menjadi quran centre sebagai ikon, salah satu syaratnya adalah Binjai harus melahirkan qori nasional yang populer sehingga menjadi ikon bagi kota Binjai sebagai kota yang pertama melaksanakan MTQ pada tahun 1951 .  “Oleh karenanya yang bagus di tingkat bawah, kita himpun dan kita latih. Atau pelatihnya kita latih untuk mengembangkan di kecamatan dan kelurahan . Kita yakin  jika dimaksimalkan pasti bisa, kenapa tidak. Semua manusia punya potensi, tergantung kita bagaimana memolesnya. “ tegas Irwansyah Nst. .

Peran LPTQ bersama pemerintah kota  ditambah  semua tingkatan sangat penting dilakoni. Sebab banyak kemungkinan bibit yang berpotensi untuk dibina, akhirnya  kekuatiran ketua LPTQ Binjai Irwansyah Nst bisa direalisir dengan kerja keras semua pengurus LPTQ Kota Binjai. Karenanya tugas lembaga  adalah melakukan pembinaan semaksimal mungkin agar visi dan misi Binjai sebagai kota yang maju berbudaya dan religi dapat terwujud.