Bobby Afif Nasution: EKUP Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, Harus Berikan Hasil yang Jelas

4
Bobby Afif Nasution EKUP Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, Harus Berikan Hasil yang Jelas
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Guna memastikan pelaksanaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) Kota Medan berjalan baik dan tidak hanya sekedar kegiatan rutin semata, Walikota Medan, Bobby Afif Nasution melihat langsung pelaksanaan EKUP melalui uji emisi gas buang kendaraan bermotor pribadi di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya depan Taman Makam Pahlawan, Selasa (12/10/2021).

Dikatakan Bobby Nasution, uji emisi gas buang kendaraan merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya. Namun  sejak adanya pandemi Covid-19, pelaksanaannya dihentikan sementara.

Setelah Kota Medan ditetapkan statusnya ke Level 2, Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali menggelar uji emisi gas buang kenderaan bermotor. Orang nomor satu di Pemko Medan itu langsung menempelkan stiker bagi mobil yang telah lulus uji emisi.

Meski demikian, Walikota Medan Bobby Afif Nasution tidak ingin pelaksanaan EKUP hanya sekedar kegiatan rutin tahunan belaka, tanpa memberikan hasil yang jelas.

”Tadi saya sudah berdiskusi dengan Bapak Kadis Lingkungan Hidup, saya bilang EKUP jangan sekedar kegiatan rutin yang hanya menghabiskan anggaran,” kata Bobby Nasution.

Untuk itu Bobby Nasution minta agar Dinas Lingkungan Hidup bisa mengoptimalkannya, sehingga EKUP memberikan hasil yang lebih jelas. Misalnya, ungkap Bobby, ia  kemarin melihat papan kualitas udara yang sudah lama rusak. Oleh karenanya ia minta agar Dinas Lingkungan Hidup memperhatikan dan segera memperbaikinya. 

“Jangan hanya kegiatan rutin tahunan saja yang dilakukan, papan kualitas udara yang rusak harus segera diperbaiki,” kata Bobby Nasution.

Sementara itu Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra menjelaskan, uji emisi ini merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pengendalian dan Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 5/21 Tahun 2017.

Dijelaskannya, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengurangi atau mengelola kualitas udara dengan cara mengurangi beban pencemaran udara. 

Dalam uji emisi yang dilakukan ini, Zulfansyah menargetkan sebanyak 250 kendaraan. Dikatakannya, ada 3 lingkup atau capaian kinerja dari uji emisi yang dilakukan ini yakni emisi gas kendaraan, survei kinerja lalu lintas dan pemantauan kualitas udara tepi jalan raya. Ditambahkannya, uji emisi ini juga merupakan bagian dari parameter pencapaian untuk memperoleh penghargaan Adipura. 

Untuk memperoleh penghargaan Adipura, ucap Zulfansyah, ada dua unsur penilaian dari fisik dan nonfisik. Salah satu penilaian dari unsur fisik, terangnya, salah satu parameternya dari tingkat pencemaran kualitas udara.

“Makanya kita ukur, kemudian setelah dinyatakan kawasan perkotaan Medan masih di bawah ambang batas dari pencemaran udara, mungkin ada tindakan berikutnya seperti tetap menjaga kualitas kendaraan, sehingga kinerja kendaraan harus diukur. Kalau emisi kendaraan rata-rata buruk, maka kualitas udara perkotaan juga buruk,” ungkap Zulfansyah.

Selanjutnya Zulfansyah menegaskan, jika ada kendaraan yang kedapatan melebihi ambang batas saat dilakukan uji emisi ini, maka mereka mengarahkan agar kendaraan tersebut diperbaiki sistem kinerja mesinnya.

“Ini masih bersifat edukasi. Kita juga mengarahkan agar menggunakan bahan bakar yang lebih bersih atau tanpa timbal dan biofuel seperti Pertalite dan Pertamax,” jelasnya seraya berupaya agar EKUP tahun depan dapat diikuti 1.500 kendaraan. * ril/Itp04