BPBD Palas Sosialisasikan Perbup Tentang Pedoman JITU PASNA

74
BPBD Palas Sosialisasikan Perbup Tentang Pedoman JITU PASNA
Asisten I Panguhum Nasution menyerahkan SK Tim JITU PASNA kepada Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fahruddin Alamsyah Harahap. (Foto: Ist)

PalasIntipnews: BPBD Palas mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITU PASNA) Kabupaten Palas di Aula Kantor SKPD Terpadu Palas, Kamis (4/11/2021).

Acara dibuka oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Palas, Panguhum Nasution SSos MAP. 

Dalam sambutannya, Panguhum Nasution menyampaikan bahwa perlunya pedoman untuk melakukan kajian akan kebutuhan pascabencana. 

Agar penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah efektif dan efisien, diperlukan koordinasi serta kerjasama dari berbagai pihak, maka perlu dilaksanakan pengkajian kebutuhan pascabencana.

Ini dilakukan, guna menjalankan proses penilaian atas kerusakan dan kerugian serta kebutuhan yang bersifat komprehensif, baik secara aspek fisik maupun aspek kemanusiaan akibat bencana, ujarnya.

Maka dibuatlah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Jitu Pasna, yang merupakan perhatian pemerintah kepada masyarakat Palas terutama bagi warga kita yang tertimpa bencana.

Dalam acara tersebut, Asisten I juga menyerahkan SK Bupati Palas Nomor 360/631/KPTS/2021 Tentang Pembentukan Tim JITU PASNA di Kabupaten Palas.

Adapun narasumbernya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ir Adam Brayun Nasution, Kasubbid Perbaikan Darurat Sofian ST, dan  Kasubbid Penilaian Kerusakan M Siddik Bancin ST.

Kepala BPBD Palas Amit Hadi Nasution melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fahruddin Alamsyah Harahap mengatakan, JITU PASNA ini sangat dibutuhkan untuk perhitungan kerugian bencana dan kajian kebutuhan pascabencana ini perlu ditingkatkan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana terutama pada tahap pascabencana. Untuk itu BPBD Padang Lawas melaksanakan Sosialisasi JITU PASNA dengan dukungan dari beberapa sub relawan yang juga ikut jadi peserta agar mengetahui bagaimana dampak kerugian soal bencana,” ujarnya. * Sahat Gemayel Lubis