BPNB Propinsi Aceh Gelar Workshop Pemajuan Kebudayaan

50
foto :istimewa

Sumut Memiliki Keragaman Etnik Yang Potensial

Medan-Intipnews.com: Badan Pelestarian Nilai Budaya Propinsi Aceh (BPNB)  wilayah kerja Aceh dan Sumatera Utara menggelar workshop pengembangan dan pemanfaatan obyek pemajuan kebudayaan dengan tema Optimalisasi program pelestarian, mendorong gerakan pemajuan kebudayaan yang diselenggarakan di Hotel Grand Angkasa Medan,selama tiga hari mulai tanggal 15-18 Maret 2022 (foto).

Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi melahirkan sejumlah kebijakan dalam memetakan potensi dan menjalin hubungan kerjasama lebih intens dalam eksekusi program prioritas yang dapat disepakati,disinergikan dan terarah dalam pemajuan kebudayaan.

Hal tersebut ungkapkan Plt Kepala Balai Pelestarian nilai budaya provinsi Aceh Drs.Nurmatias, Rabu 16 Maret 2022 saat memberikan paparkan kepada 65 peserta yang  terdiri dari 33 Organiasi Perangkat Daerah (OPD) kabu paten/kota dan 22 dari komunitas pelaku maupun penggiat budaya,6 fasilitator dan 4 panitia.

Ia mengatakan, Sumatera Utara (Sumut) memiliki keragaman etnik yang cukup potensial sebagai penanda kebudayaan. “Potensi inilah yang seyogyanya mampu memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat,”Jelasnya.

Hal inilah yang menjadi latar permasalahan  sebagaimana yang dikatakan Dirjen kebudayaan pertenggal 17 Januari 2022 masih ada 12 Provinsi dan 185 pemerintah kabupaten/kota belum menyusun dan menyerahkan dokumen pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) seperti yang diamanatkan UU No.5/2017 tentang pemajuan kebudayaan dan peraturan presiden no.65/2018 tentang cara penyusunan PPKD dan Strategi Kebudayaan.

Melalui workshop ini diharapkan terbuka peluang kerjasama antar daerah, memetakan masalah,kendala,tantangan dan menggali potensi dalam menentukan prioritas program kebudayaan.

“Sumut saat tengah mengajukan Ulos sebagai warisan budaya tak benda (wbtb) ke UNESCO dan sudah masuk nominasi. Dengan 8 etnis di Sumatera Utara memiliki ragam situs kebudayaan baik WBTB maupun Warisan Budaya Benda,”sebutnya.

Selain itu kataknya, jika masing-masing etnis mampu mengajukan sekurang kurang nya  dua mata budaya maka akan semakin berpeluang untuk diakui dunia. “Tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih kurangnya tenaga ahli warisan budaya tak benda yang bersertifikasi,”sebutnya.

Ia menyebutkan, pemerintah melalui dinas dinas terkait mengharapkan kerjasama dari seluruh stakeholder dan masyarakat mengoptimalkan konsolidasi, perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pemajuan kebudayaan dari Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan (PPKD) di Sumatera Utara.Itp.Fuad