Bupati Kecam Pelaku Perusakan Mejan di Tugu Pemekaran Pakpak Bharat

103
foto :istimewa

Pakpak Bharat Intipnews.com: Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (foto) kecam tindakan pelaku perusakan Mejan di Tugu pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat dikawasanan Ringroad Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, Kamis (10/3/2022).  

Bupati Franc,  menilai pelaku tersebut  tidak mempunya moral dan etika, karena Tugu  pemekaran ini adalah salah satu moment bersejarah lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat.

Hal itu Bupati Franc meminta aparat kepolisian untuk mengusut dan mengungkap secara tuntas kasus perusakan tersebut.“ Pelaku tersebut, melalukan perusakan 5 unit mejan,”katanya.

Soalnya saat kejadian tersebut, Bupati, melihatnya  saat melintas di kawasan ringroad menuju perkantoran  Pemkab Pakpak Bharat Sindeka Salak.

 Atas kejadian tersebut Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghimbau masyarakat, tokoh masyarakat tokoh adat, pemuda agar bersama sama saling menjaga dan menghargai cagar budaya yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat .

” Kalau kita tidak bisa menghargai, menjaga serta melestarikan cagar budaya Kita, mau dibawa kemana Pakpak Bharat?” ujar Bupati Franc.

Sementara itu Aparat kepolisian dari Polres Pakpak Bharat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Rocky Marpaung bersama Kasat Reskrim serta personil langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi.

AKBP Rocky Marpaung menyatakan pihak kepolisian resort Pakpak Bharat tidak akan pernah diam dan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas serta akan menangkap pelaku perusakan dan memprosesnya. ” Saat ini polres Pakpak Bharat sedang melakukan proses penyelidikan. motif pelaku juga masih dalam penyelidikan” kata AKBP Rocky Marpaung .

Lanjut AKBP Rocky Marpaung , kedepannya pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan  serta perhatian khusus  cagar budaya.

” kita bersama unsur forkopimda akan duduk bersama untuk meberikan perhatian khusus terhadap cagar cagar budaya kita. begitu juga yang belum masuk cagar budaya akan dibuat surat ketetapan dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat” kata Kapolres Pakpak Bharat.

Tokoh masyarakat,tokoh adat,tokoh pemuda dan unsur lainnya yang hadir di monumen pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat juga mengutuk keras para pelaku perusakan tersebut.

Tokoh Budaya Suku Pakpak,Erah Banurea, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perusakan ini. Erah Banurea berpendapat bahwa mejan adalah salah satu simbol suku Pakpak yang mesti dijaga dan dilestarikan. Apalagi mejan tersebut berada di tugu pemekaran Kab.Pakpak Bharat.

“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat suku Pakpak mari bersama sama dan menjaga serta melestarikan adat budaya suku Pakpak,mengingat Kab Pakpak Bharat adalah benteng terakhir suku Pakpak”Pinta erah Banurea

Sementara itu, tokoh pemuda Antoni berutu menyatakan dirinya sangat miris melihat perusakan ini dimana seharusnya situs ini harus dijaga sebaik mungkin,

“Kepada para pemuda ayo kita jaga dan lestarikan cagar budaya kita, mari sama sama menjaga. dan kepala aparat kepolisian kami harap agar mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya” katanya.Itp.Sp