Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor: Arsip Rekaman Perjalanan Daerah

166
Foto:Ist
Foto: Rapat Panitia Penilaian Pemusnahan Arsip di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat,Kamis (01/09/2022) di Aula Bale Sada Arih, Kantor Bupati Pakpak Bharat.Itp/ist

Pakpak Bharat-Intipnews.com: Arsip adalah bukti rekaman penting tentang kiprah dan perjalanan suatu Daerah sebagai sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital.

Hal ini dikatakan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor melalui Plt. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pakpak Bharat, Petrus Saragih, SE, MM dalam Rapat Panitia Penilaian Pemusnahan Arsip di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat,Kamis (01/09/2022) di Aula Bale Sada Arih, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Dalam rangka efisiensi dan efektifitas kerja penyelamatan informasi tentang arsip itu sendiri dari pihak- pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya sangat perlu dilakukan.

Menurutnya, rapat ini sengaja dilaksanakan guna mendapatkan sebuah pemahaman bersama akan pentingnya suatu system dan tatakelola arsip yang benar, sesuai tuntunan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan yakni untuk menjamin terciptanya Arsip, ketersediaan Arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan Arsip yang andal, pelindungan kepentingan Negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan Arsip, keselamatan aset Nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Arsip sebagai rekaman informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap perangkat Daerah, volumenya akan selalu bertambah seiring dengan banyak sedikitnya kegiatan yang dilaksanakan. semakin besar tugas pokok dan fungsi suatu perangkat Daerah, maka tentunya semakin banyak pula kegiatan yang dilakukan, sehingga akan semakin banyak pula arsip yang tercipta, urai Bupati dalam arahan tertulisnya.”ungkapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan Arsip di setiap perangkat Daerah bisa membawa konsekuensi logis terkait dengan penyediaan ruang simpan, sarana kearsipan, tenaga pengelola, waktu dan biaya, serta layanan arsip itu sendiri. semakin banyak arsip yang harus dikelola, maka akan semakin besar biaya, waktu, tenaga, tempat, dan sarana yang diperlukan.

“Untuk mewujudkan tata kelola kearsipan yang efektif dan efesien tersebut, tentunya diperlukan pula pengelolaan arsip dengan tujuan agar penyelenggaraan kearsipan di setiap perangkat daerah menjadi semakin baik. untuk itu, perlu bagi perangkat daerah untuk menyelenggarakan pengelolaan kearsipan sesuai dengan kaidah kearsipan, prosedur, dan peraturan yang berlaku serta memahami kaidah serta prosedur, tugas serta fungsi dan tujuan penyusutan dan pemusnahan arsip itu sendiri,”sebutnya.

Bupati juga berpesan agar dalam pelaksanaan pemusnahan Arsip tetap berpedoman pada tata tertib dan urutan pemusnahan Arsip. Hal ini menurut Bupati sangat penting agar tidak mendatangkan kesalahan fatal dikemudian hari.

Hadir dalam acara ini diantaranya para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pakpak Bharat, para pengelola Arsip dari masing-masing OPD dan beberapa undangan lainnya. Sementara itu Panitia sengaja mendatangkan beberapa Narasumber penting dalam acara ini diantaranya Drs. Tato Pujianto Selaku Koordinator Kelompok Substansi Akuisisi Arsip I Kantor Arsip Nasional RI, serta R Suryagung Sp., M.Hum Arsiparis Madya Arsip Nasional RI.Itp/SP