Bupati Toba Dapat Penghargaan Pemkab dengan Rasio Kenaikan Pajak Tertinggi Tahun 2021

135
Bupati Toba Dapat Penghargaan Pemkab dengan Rasio Kenaikan Pajak Tertinggi Tahun 2021
Bupati Pemkab Toba Poltak Sitorus menerima penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten dengan Rasio Kenaikan Penerimaan Pajak Tertinggi Tahun 2021. (Foto: Ist)

Toba-Intipnews.com : Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK)  memberikan penghargaan atas  apresiasi program pemberantasan korupsi terintegrasi di Provinsi Sumatera Utara 2021 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, sebagai Pemkab dengan Rasio Kenaikan Penerimaan Pajak Tertinggi Tahun 2021.

Penghargaan ini  diterima langsung oleh Bupati Poltak Sitorus dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan korupsi di Provinsi Sumatera Utara, yang digelar di di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rabu (23/2/2022).

Rapat ini dihadiri Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Irjen Kemendagri Tumpak Simanjuntak, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan para Kepala Daerah Kabupaten/Kota se- Sumatera Utara. 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi,menyampaikan selamat datang kepada Bapak Alexander Marwata dan Inspektur Jendral Kemendagri Tumpak Simanjuntak.

“Semoga kegiatan hari ini dapat menjadi pedoman bagi kita agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pejabat publik yang memiliki integritas, keterbukaan, untuk pencegahan terjadinya praktek praktek KKN, dan tentunya harus berpihak kepada rakyat,” sebut Gubsu Edy.

Alexander Marwata dalam sambutan dan pemaparannya menjelaskan KPK adalah lembaga negara yang bersifat independen dan bertugas memonitoring dan melakukan kegiatan supervisi pencegahan penyelewengan penyelenggaraan negara.

“Kami disini adalah untuk membantu para Kepala Daerah dalam melakukan proses penyelenggaraan negara yang bersifat terbuka, berintegritas dan sesuai aturan yang berlaku, jadi para kepala daerah jangan takut,” tegas Alex Marwata.

Adapun 8 fokus intervensi dalam pencegahan korupsi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan negara adalah, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset, Tata Kelola Dana Desa.

Selanjutnya Irjen Kemendagri Tumpak Simanjuntak di tengah pemaparannya berharap besar, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Kota se-Sumatra Utara dapat melakukan Peningkatan Monitoring Center For Prevention (MCP) atau pusat pemantaua pencegahan korupsi dengan menitikberatkan kepada 8 fokus intervensi dalam pencegahan korupsi.

Laporan : Manuala Tampubolon