Cabuli Anak Dibawah Umur, Oknum Kepala Sekolah di Labura Diringkus di Aceh

174
Teks Foto : Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Drs Hermansyah, Kasat Reskrim, AKP Rusdi Marzuki SIK, dan Dinas Perlindungan Anak dan Wanita Labura serta KPAI Labura, dan tersangka saat paparan, Senin (29/05/23).

Labuhanbatu-Intipnews.com: PH alias Aseng (40), oknum kepala sekolah perguruan swasta di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang melakukan pencabulan terhadap 9 orang anak didik laki-laki, ditangkap Satreskrim Polres Labuhanbatu dari tempat persembunyiannya di daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kapolres Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu SIK, dalam paparan di Mapolres, Senin (29/05/23) sore, mengatakan, tersangka Aseng melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang merupakan anak didiknya.

“Tersangka PH alias Aseng ini merupakan oknum kepala sekolah di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tersangka kita tangkap didaerah Aceh Tamiang karena telah 22 kali melakukan pencabulan terhadap 9 anak dibawah umur yang lakukannya dilingkungan yayasan” kata Kapolres.

Adapun tempat Aseng melakukan perbuatan itu yakni di kantor guru sekolah  12 Kali, kantin sekolah 4 kali dan aula sekolah 6 kali.

Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol Drs Hermansyah, Kasat Reskrim, AKP Rusdi Marzuki SIK, dan Dinas Perlindungan Anak dan Wanita Labura serta KPAI Labura, menambahkan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar pasal 82 Ayat (1), ayat (2), ayat (4) Jo pasal 76 E UU RI NO. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 1 Tahun 2016 Atas Perubahan Kedua UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang atau Pasal 6 Huruf C UU RI No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Jo Pasal 64 Ayat (1) dari KUHPidana.

Dengan ancaman Hukuman Penjara minimal 5 Tahun dan maksimal 15 Tahun, ditambah 1/3 dari hukuman pidana pokok

” Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul” tutup Kapolres. (Itp.AAT)