Dhiyaul Hayati: Pihak Pengembang Segera Hentikan Pembangunan Beronjong di Sungai Babura

15
Dhiyaul Hayati Pihak Pengembang Segera Hentikan Pembangunan Beronjong di Sungai Babura
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Dhiyaul Hayati meminta agar pihak pengembang J City PT Graha Konstruksi Sejati menghentikan pembangunan Beronjong di sungai Babura.

Demikian dikatakan Dhiyaul Hayati saat puluhan warga Lingkungan III, Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor melaporkan keresahannya ke DPRD Medan, Kamis 4 November 2021, terkait pembangunan pelindung tebing Sungai Babura yang dilakukan pengembang J City, PT Graha Konstruksi Sejati. 

“Kita meminta pihak pengembang segera menghentikan pembangunan pengaman tebing tersebut. Dalam surat BWSS II juga sudah menyampaikan agar pengerjaan segera dihentikan,” ucapnya. 

Warga sangat keberatan dengan adanya pembangunan tebing sungai yang menyebabkan penyempitan sungai, sehingga mengakibatkan banjir di kawasan pemukiman penduduk.

Dari laporan yang disampaikan kepada warga, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II sudah menerbitkan surat yang berisi permintaan penghentian pembangunan tebing sungai tersebut. 

Selanjutnya Politisi PKS ini mengatakan sesuai surat BWSS II, pembangunan pelindung tebing sungai telah menyebabkan penyempitan daerah aliran sungai sehingga mengakibatkan banjir. 

“Surat BWSS II sudah sangat jelas, pembangunan pelindung tebing sungai menyebabkan penyempitan sungai dan berpotensi mengubah bentuk morfologi sungai,” jelasnya. 

Pihaknya juga meminta kepada Pemko Medan untuk segara melakukan pengerukan Sungai Babura sekaitan dengan kondisi cuaca saat ini.

“Kita mengharapkan Pemko segara melakukan pengerukan sungai sebagai upaya antisipasi banjir, yang belakangan sering terjadi akibat sedimentasi sungai dan tingginya curah hujan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Muktiadi, warga di lingkungan III menyampaikan adanya pembangunan tersebut warga di lingkungan III sering mengalami banjir. 

“Selama ini kalau banjir besar seperti yang terjadi beberapa waktu lalu terjadi lima sampai tujuh tahun sekali. Tapi, setelah pembangunan beronjong itu warga kini jadi sering kebanjiran,” jelasnya. 

Dalam permasalahan ini, warga meminta pihak pengembang untuk menghentikan pembangunan beronjong yang dilakukan.

“Kami meminta pihak pengembang menghentikan, karena pembangunan beronjong sudah mengakibatkan banjir di kawasan Lingkungan III,” jelasnya. * Itp04