Diduga BH Cabuli Teman Anaknya

37
ilustrasi-Istimewa

BinjaiIntipnews.com:  kebusukan tidak bisa disimpan,  pasti tercium juga. Begitulah kelakukan BH, 50. Warga Binjai,yang diduga  mengencani seorang putri yang merupakan teman anaknya selama tujuh bulan. Orangtua korban berinisial R langsung melaporkan perbuatan BH  kepada Polres Binjai, dengan tanda bukti laporan No. STTLP/335/XI/2021/SPKI/Polores Binjai.

Menurut Ketua FK Puspa Kota Binjai Sugi Hartati, Minggu( 12/12/21),kasus pencabulan anak dibawah umur yang masih SMA, bermula dari bujuk rayu  tersangka kepada korban yang  merupakan teman anaknya. Korban juga sangat dekat dengan keluarga  BH, karena setiap hari ia berada di kediaman neneknya yang merupakan tetangga dengan BH.

Diduga BH mengancam teman anaknya itu  dengan ancaman tidak boleh berteman dan bermain dengan anaknya,  Ancaman ini pun berhasil dan ia pun mencabuli  teman anaknya berkali – kali, setiap korban menolak ia diancam. Dan hal ini berlangsung selama 7 bulan.

Pada awalnya ibu Korban tidak mengetahui  putrinya  mengalami pencabulan yang di duga dilakukan  BH. Soalnya BH berdahlil  kepada ibu korban Sabtu ( 27/11/21) agar ibu korban segera melaporkan ayah tirinya yang diduga telah melakukan pelecehan tehadap anaknya. Namun desakan tersebut dicuragai oleh ibu korban sehingga  ia mempertanyakan kebenarannya kepada anaknya. Ternyata sang anak tidak berani berterus terang dan R selaku ibu meminta bantuan kepada Ketua FK Puspa Binjai Sugi Hartati.

Sugi Hartaty, S.E selaku Aktifis Perempuan dan Anak Kota Binjai melakukan perbincangan, dan dari percakapan antara korban  terungkap  ternyata BH yang melakukan perbuatan cabul dengan Korban, dimana perbuatan tersebut dilakukan  BH di rumahnya ketika  istrinya  telah pergi bekerja.

Ibu korban meminta perlindungan hukum kepada Kantor Advokat Hafiz Zuhdi, S.H & Partners. Untuk memberikan bantuan hukum dan sekaligus mengawal proses hukum di Polresta Binjai.

Hafiz Zuhdi, S.H dan Edwin Syahrizal Pohan, S.T.,S.H selaku Tim Kuasa Hukum yang mendampingi korban meminta kepada Kepolisian Resort Kota Binjai. Untuk dapat segera menangkap Tersangka yang telah melakukan perbuatan keji terhadap Korban yang merupakan anak, sebagaimana dalam UU No. 23 Tahun 2002 jo. UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

“Kami meminta kepada Polresta Binjai yaitu Unit PPA  secepatnya menangkap pelaku   dan kita akan terus mengawal proses hukum ini sampai di Pengadilan dan memperoleh keadilan bagi Korban” terang Edwin Syahrizal Pohan, S.T.,S.H.

“perlunya  perhatian lebih terhadap kasus-kasus seperti ini karena anak adalah aset bangsa yang harus dijaga. Sehingga kami meminta kepada Polresta Binjai untuk segera menangkap pelaku dan memberikan efek jera kepada tersangka, dan harapan kita perbuatan serupa tidak terulang lagi di Republik kita ini khususnya di Kota Binjai.” Tutur Hafiz Zuhdi, S.H.

Menurut ketua FK Puspa Binjai  Senin ( 29 /11/21)  Ibu korban berinisial R (Pelapor) telah membuat pengaduan di Unit PPA. Polresta Binjai dengan didampingi oleh Ketua FK Puspa Kota Binjai Sugi Hartaty, S.E selaku Aktifis Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Binjai. Ikut melakukan proses pengaduan sudah terlaksana dan korban serta saksi yaitu  Sri Wulan dan Sugi Hartati sudah diminta keterangannya di Polres Binjai.

“Kemarin BAP sudah selesai di Polres Binjai,” ujar Sugi Hartati didampingi ibu korban dan tim penasehat hukumnya. * itp/ibnu abihi