Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Pemenang Pilkades Desa Bagan Bilah Dilaporkan

200
Foto: . Surat Tanda Terima Laporan Polisi Dugaan Ijazah Palsu.Itp

Labuhanbatu-Intipnews.com:  SYD (39), calon terpilih Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah tahun 2022 tampaknya akan berurusan dengan aparat kepolisian. Sebab,  pria pemenang pilkades itu  telah dilaporkan ke Mapolres Labuhanbatu atas dugaan penggunaan ijazah palsu S1 sebagai persyaratan administrasi maju sebagai calon kepala desa.

Asrul (44) warga Bagan Bilah, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, selaku pelapor kepada wartawan di Rantauprapat, Senin (14/11/2022) malam mengatakan, laporan dugaan penggunaan ijazah palsu itu telah disampaikannya sesuai  Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTLP/1612/XI/2022/SPKT/Polres Labuhanbatu yang ditandatangani PS Kanit SPKT-B Aipda F Sagala, SH

Dikatakan Asrul, laporan itu disertai barang bukti atas dugaan penggunaan ijazah palsu SYD tersebut.” Kita juga serahkan barang bukti  berupa foto copy Surat Keterangan STIE Indonesia No. 015/SK.M/STINDO/IX/2022, foto copy ijazah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Medan Program S1 atas nama Suryadi, screenshot hasil pencarian mahasiswa di Pangkalan Dikti dan screenshoot bio data mahasiswa atas nama Husna Rialinsani,” kata Asrul.

 Di dampingi sejumlah masyarakat Desa Bagan Bilah, Asrul selanjutnya menerangkan, dugaan penggunaan ijazah palsu oleh SYD sudah diketahui sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pilkades. Hal itu juga telah disampaikan oleh masyarakat kepada panitia Pilkades. Namun masukan dari warga, ungkapnya, diabaikan.

Diceritakannya, saat dibuka pendaftaran calon kepala desa pada tanggal 02 September hingga 10 September 2022, terlapor SYD mendaftar menggunakan ijazah S1 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Medan.

“Sesuai pesan whatsapp dari seorang panitia kepada saya yang masih saya  simpan sampai saat ini, SYD saat mendaftar sebagai calon kepala desa menggunakan ijazah S1 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Medan dengan Nomor E.PIN  : 612012020000918 dan Nomor  Pokok Mahasiwa 16120109 serta dinyatakan lulus tanggal 20 Januari 2022. Ini pesan whatsapp-nya masih saya simpan,” terangnya.

Setelah tahapan pendaftaran calon ditutup, lanjut Asrul,  sejak tanggal 11  September sampai  17 September, dilaksanakan tahapan selanjutnya yakni penelitian persyaratan administrasi bakal calon kepala desa. Penelitian diantaranya dilakukan panitia dengan mendatangi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Medan tempat SYD kuliah sesuai ijazah yang dilampirkan dalam syarat administrasi pencalonannya.

Kemudian kata Asrul,  tanggal 18-19 September diadakan tahapan pengumuman hasil penelitian persyaratan administrasi calon kepala desa. Saat itu diketahui bahwa diduga ijazah yang digunakan SYD sebagai syarat mendaftarkan diri sudah ditukar.

Menurut Asrul, adapun ijazah S1   yang diduga sebagai gantinya adalah Surat Keterangan STIE Indonesia Medan No. 015/SK.M/STINDO/IX/2022. Dalam surat keterangan itu, jelasnya, antara lain tertulis nomor seri ijazah 610/STIE-IND/S.1/M/IX/2020 dan Nomor Induk Mahasiswa 15120495 serta tanggal 16 September 2022.

” Jadi, saat pengumuman hasil penelitian administrasi oleh panitia, kami melihat ijazah yang muncul dalam syarat administrasi SYD diduga sudah berbeda dengan yang digunakan saat mendaftar.  Memang keduanya atas nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Medan. Namun nomor seri ijazah, nomor induk dan nomor pokok mahasiswa, tanggal serta tahun lulus berbeda” bebernya.

Lebih jauh Asrul menambahkan, tanggal 20 September, panitia melaksanakan tahapan menerima masukan dan tanggapan masyarakat atas hasil penelitian berkas administrasi calon kepala desa itu. Kemudian ada warga yang menyampaikan masukan mengenai kejanggalan soal ijazah calon kepala desa SYD,  tapi panitia mengabaikan masukan itu.

” Saat itu ada warga yang memberi masukan dan tanggapan kepada panitia tentang kejanggalan ijazah SYD. Akan tetapi panitia mengabaikan bahkan ada yang mempersilahkan warga itu untuk melapor secara hukum terkait persoalan ijazah tersebut,” ungkapnya.

Ironisnya sambung Asrul, ketika dilakukan penelusuran ke website Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang dapat diakses secara online, kedua ijazah yang diduga digunakan sebagai syarat pencalonan SYD itu, keduanya diduga palsu.

“Ketika kita cek ke Pangkalan Dikti yang bisa diakses secara online dengan memasukkan nomor induk dan nomor pokok mahasiswa yang ada di kedua ijazah itu, hasilnya yang keluar nama orang lain dan bukan nama SYD.  Itu artinya, kedua ijazah yang digunakan itu patut diduga palsu,”  paparnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Desa Bagan  Bilah Safaruddin ketika dikonfirmasi via selular Selasa (15/11/2022), mengaku sudah mengetahui laporan soal dugaan ijazah palsu itu. ” Iya. Sudah tahu saya (ada laporan), ” jawab Safaruddin.

Panitia, kata dia, tidak pernah mengabaikan  masukan dan tanggapan warga terkait ijazah calon kepala desa SYD. Hanya saja, bilangnya, panitia meminta agar dugaan soal ijazah palsu disampaikan dengan menyertakan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dan itu tidak dapat dipenuhi sehingga panitia tidak dapat memproses laporan tersebut.

“Bukan diabaikan. Karena kita kan berdasarkan aturan dan undang-undang.  Masyarakat untuk menyampaikan tanggapan itu tidak kita larang. Tapi untuk menyampaikan masukan tanggapan yang bisa diproses itu, mesti membawa bukti-bukti atau dokumen yang bisa dipertanggung jawabkan. Itu jelas tertuang dalam Perbup dan Perda. Masalahnya waktu itu mereka datang bawa dokumen, tapi siapa yang bertanggungjawab tentang dokumen itu tidak ada. Makanya tidak bisa kami proses” terangnya.

Mengenai tudingan bahwa ijazah SYD yang digunakan saat mendaftar diduga telah ditukar dan berbeda dengan ijazah yang diumumkan dalam pengumuman syarat administrasi calon, Safaruddin membantahnya. “Itu pendapat dia lah itu. Kalau kami di panitia tidak pernah itu. Tidak pernah itu terjadi,” bantahnya.

Safaruddin mengaku tidak mungkin melakukan itu. Sebab, ujarnya,  itu sama saja dengan mencari masalah yang bisa menjerat panitia. “Itu jerat leher panitia itu kalau dilakukan. Apalah. Panitia dapat apalah,” pungkasnya.(Itp AAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini