Dirjen GTK Kemendikbud-Bobby Nasution: Program Merdeka Belajar & Guru Penggerak Siap Diterapkan

8
Dirjen GTK Kemendikbud- Bobby Nasution Program Merdeka Belajar & Guru Penggerak Siap Diterapkan
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Walikota Medan, Bobby Nasution bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Iwan Syahril berdiskusi terkait akselerasi program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak sebagai salah satu instrumen di dalamnya, di rumah Dinas Walikota Medan jalan Sudirman Medan (30/10/21). 

Menurut Bobby Nasution, banyak yang dibahas dalam pertemuan tersebut, terkait program Kemendikbud tersebut. Ia mengatakan program tersebut segera diterapkan, diaplikasikan dan diimplementasikan di Kota Medan. 

Selanjutnya Bobby mengatakan, nantinya program-program tersebut akan lebih diperjelas dan diperkuat lagi di sekolah-sekolah, misalnya  program Guru dan Sekolah Penggerak.

“Hal penting lain yang dibahas adalah bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus, sekarang sudah diperbolehkan masuk ke sekolah umum, ini tentunya harus lebih diperhatikan lagi sehingga  kondisi dan sistemnya berjalan lebih baik lagi,” kata Bobby Nasution.

Selain itu, juga dibahas terkait Perda Kota Medan tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Awaliyah (MDTA).

“Nanti akan kita bahas dan diskusikan lebih lanjut dengan Kemendikbud agar Perda MDTA dapat dilaksanakan dan diterapkan di Kota Medan,” ungkapnya didampingi Plt Kadis Pendidikan Kota Medan, Topan Ginting.

Sementara itu, Dirjen GTK mengaku, kedatangannya bersama rombongan untuk mendiskusikan dan mendorong banyak kebijakan starategis Bobby Nasution dalam dunia pendidikan di Kota Medan.

Terutama terkait program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak yang menjadi salah satu faktor penentu. Sebab, program yang dibuat oleh Kemendikbud tersebut, imbuhnya, menjadi program kepemimpinan demi masa depan pendidikan Indonesia.

“Kami sangat senang karena Pak Wali mendukung dan mengharapkan agar program Guru Penggerak bisa segera kita akselerasi. Kita juga membicarakan bagaimana sebuah sekolah menjadi sekolah penggerak untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar berpihak pada murid, mengingat saat ini kita berada di zaman yang penuh disrupsi. Oleh karenanya, masa depan anak-anak murid perlu dipersiapkan,” bilang Iwan. 

Untuk itu, guna mewujudkan hal tersebut, sambung Iwan, para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah semua harus giat belajar, terus berinovasi, sehingga bisa melahirkan terobosan-terobosan pendidikan di Indonesia.

“Melalui program guru penggerak kita ingin para guru menjadi agen-agen perubahan dunia pendidikan di masa depan,” tambahnya.

Untuk mendukung suksesnya pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai dijalankan kembali di Kota Medan, lanjut Iwan, Kemendikbud terus berkoordinasi terkait akselerasi vaksinasi.

Tujuannya, mengutamakan keselamatan dan kesehatan semua pemangku kepentingan baik itu anak murid, guru, kepala sekolah, juga orangtua.

“Mudah mudahan ini bisa terus semakin baik, karena mau tidak mau kita harus terus mengupayakan agar anak-anak bisa kembali ke sekolah,” terangnya. * itp04