Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Sukses PTM

15
foto: Ilustrasi/Istimewa
Foto Ilustrasi | Ist

Oleh : Alfisyah Dianasari

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk murid SD-SMA sudah diselenggarakan beberapa minggu ini. Namun demikian, semua pihak diharapkan untuk selalu menaati Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat sebagai kunci sukses kegiatan tersebut dari penularan virus Corona, utamanya varian Omicron..

Selama hampir 2 tahun para murid sekolah jarak jauh karena mereka lebih beresiko untuk kena Corona. Sekolah online jadi alternatif karena takut membuat klaster Corona baru, apalagi pada awal program vaksinasi nasional baru ada vaksin untuk manusia berusia 18 tahun ke atas, sementara murid SD-SMA usianya masih di bawahnya.

Akan tetapi kita patut bernafas lega karena sejak akhir tahun 2021 kasus Corona makin menurun dan pasien Covid hanya 500-an per hari (menurut data dari tim satgas Covid-19), dari yang sebelumnya sampai 50.000 per hari. Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk pembelajaran tatap muka 100% sejak awal januari 2022.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%, sama seperti di DKI Jakarta dan daerah-daerah lain di Indonesia. Bupati Madiun H Ahmad Damawi menyatakan bahwa PTM full diberlakukan berdasarkan surat keputusan bersama 4 menteri. Selain itu, para murid juga sudah divaksin, sehingga dipastikan prosesinya aman dari Corona.

Vaksinasi dan protokol kesehatan adalah syarat mutlak untuk pelaksanaan PTM, karena saat ini sudah ada vaksin untuk yang berusia 6-11 tahun, jadi aman untuk membuka kembali gedung sekolah SD dan SMP. Selain itu para guru juga sudah divaksin terlebih dahulu, beserta seluruh staf sekolah. Mereka juga mematuhi protokol kesehatan.

Semua orang di sekolah sudah paham tatacara protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dll. Saat jam belajar mengajar maka baik murid maupun guru maupun murid tidak pernah melepas masker demi alasan keamanan dan kesehatan. Mereka juga membawa masker cadangan karena selembar masker hanya bisa digunakan selama maksimal 4 jam.

Di dekat gerbang sekolah juga disediakan keran dan sabun untuk cuci tangan dan setelah membersihkan tangannya, para murid tidak bisa salim seperti biasa pada sang guru. Untuk meminimalisir kontak fisik maka salam diadakan jarak jauh dan masih dianggap sopan karena saat ini masih pandemi. Jaga jarak juga diberlakukan sehingga para guru mengingatkan murid-muridnya untuk tidak bermain sambil bergerombol.

Sementara itu, pelaksanaan PTM di Riau juga berjalan lancar dan tidak ditemukan klaster Corona baru. Hal ini dinyatakan oleh Kamsol, Kepala Dinas Pendidikan di Provinsi Riau. Ketika tidak ada kasus Covid akibat PTM maka menunjukkan bahwa semua pihak bena-benar mematuhi protokol kesehatan 10m.

Akan tetapi Kamsol mengingatkan agar para guru dan semua staff tidak boleh lengah dan harus waspada terhadap kemungkinan terkecil penularan Corona. Para murid selalu diingatkan untuk memakai masker dengan posisi yang benar, begitu juga wali murid yang sedang mengantar jemput buah hatinya.  Dinas Pendidikan juga membantu pengawasan pelaksanaan vaksinasi untuk murid berusia 6-11 tahun yang diadakan di sekolah-sekolah.

Ketika sudah ada PTM maka para wali murid yang bergembira karena mereka bisa mempercayakan anak-anaknya pada guru di sekolah dan tak lagi dipusingkan dengan Zoom, modul, dan prosesi sekolah online. Akan tetapi mereka juga wajib diingatkan untuk mendisiplinkan anaknya agar mematuhi protokol kesehatan di sekolah.

Pembelajaran tatap muka 100% diadakan karena kasus Corona sudah menurun akan tetapi kita tidak boleh melepaskan kewaspadaan. Tetaplah tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan  dan memakai masker saat di sekolah maupun di perjalanan.

Penulis adalah kontributor Citizen Journalism tinggal di Depok