DPD KNPI PALAS Soroti Kasus Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Ulu Barumun

452
foto :istimewa
Ilustrasi -Ist

Palas-Intipnews.com : Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Padang Lawas (Palas) menyoroti diduga kasus pembukaan jalan di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Ulu Barumun yang terjadi pada bulan Juni 2021 tahun lalu.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Palas, Bung Muhammad Isra’ menyatakan, dugaan kasus ini telah terjadi satu tahun lebih. “Hari ini tentu kita bertanya sudah sejauh mana kasus ini berjalan,” tutur Isra’ kepada Intipnews.com.

Muhammad Isra’ mengatakan, kasus ini merupakan hasil operasi dari Tim Balai Gakkum KLHK Sumut bersama BKSDA Sumut pada Juni 2021.

Dikatakannya, diduga kasus ini telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Padang Lawas. “Saat ini menurut informasi telah masuk kepada tahap II dalam penyelesaian kasusnya,” ungkapnya.

Oleh karenanya Isra’ mempertanyakan kepada Ketua Pengadilan Negeri Sibuhuan, mengapa sampai saat ini dugaan kasus tersebut belum selesai  dan tuntas. Sebab, pembukaan jalan itu sudah  mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan hutan pada suaka margasatwa Ulu Barumun.

Isra’ menambahkan, tersangka kasus tersebut yaitu JS dan JT telah ditangguhkan penahanannya dengan perkara Nomor :77/Pid.B/LH/2022/PN-SBH diberikan RHS melalui Kuasa hukumnya, DR Maria S.M Purba SH.MH, dan alat berat yang menjadi alat bukti pada kasus tersebut telah dipinjam pakaikan pada tanggal 23 Agustus 2022, surat bernomor: W2.U.20/1346/HN/01/10/8/2022.

“Agar tidak menjadi sebuah pertanyaan besar di benak masyarakat Palas kami mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Sibuhuan untuk membuka terang benderang kasus ini dan diselesaikan secara adil,”  tukas Isra’.  “Kami berharap tiga pertanyaan kami dapat terjawab agar mendapat kejelasan dan juga sebagai keterbukaan informasi bagi semua masyarakat,” imbuhnya.

Ada pun ketiga pertanyaan itu, jelas Isra, pertama mengapa saudara JS dan JT mendapatkan penangguhan penahanan. Kedua, lanjutnya,  mengapa alat berat yang ditangkap tersebut dapat dipinjampakaikan sedang kasus ini belum selesai di Pengadilan , tutup Muhammad Isra. (Sahat Gemayel Lubis)