Festival Toba Kaldera UNESCO Global Geopark, Tampilkan Perlombaan Menari Hingga Kuliner Tradisional

29
Festival Toba Kaldera UNESCO Global Geopark, Tampilkan Perlombaan Menari Hingga Kuliner Tradisional
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara Sumut) menggelar kegiatan Festival Toba Kaldera UNESCO Global Geopark di Open Stage, Parapat Kabupaten Simalungun, Sabtu (20/11) pagi hingga sore. Ratusan peserta dari sejumlah daerah tampil dalam pawai budaya, serta berbagai lomba. (Foto: Ist)

SimalungunIntipnews.com: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara  Sumut) menggelar kegiatan Festival Toba Kaldera UNESCO Global Geopark di Open Stage, Parapat Kabupaten Simalungun, Sabtu (20/11/21) pagi hingga sore. Ratusan peserta dari sejumlah daerah tampil dalam pawai budaya, serta berbagai lomba.

Adapun lomba yang digelar di antaranya tortor somba, musik tradisional, kuliner khas Toba Naniura, Lomba Geo Produk, lomba Markatapel, dan lomba menulis legenda Toba, serta sebelumnya tgl 19 November 2021 didahului lomba menulis aksara batak di Kabupaten Toba.

Ketua Panitia Pelaksana Debbie Panjaitan, sekaligus sebagai sekretaris Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark menyampaikan dalam laporannya, bahwa kegiatan tersebut menjadi festival perdana digelar sejak Kaldera Toba ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG), tahun lalu. Karena itu berbagai upaya melestarikan kekayaan warisan dunia ini terus dilakukan.

“Ini festival perdana sejak Danau Toba masuk anggota UGG. Jadi kita di sini menggelar perlombaan tarian tradisional, dimana ada empat puak di sekitar kawasan Danau Toba ini, yaitu Pakpak, Karo dan Toba. Makanya ada tiga salam kita, Mejuah-juah, Njuah-njuah dan Horas.

Lomba ini juga, kita melibatkan anak-anak generasi muda, agar mereka mencintai budaya  dan kearifan lokal di kawasan Danau Toba,” ujar Debbie di acara yang dihadiri Ketua Dewan Kesenian Sumatera Utara Baharuddin Syahputra.

Selain itu, festival tersebut juga memperlombakan kuliner khas Toba yakni Naniura. Juga telah digelar sebelumnya, lomba aksara Batak, lomba ketapel dan lainnya. Sehingga diharapkan banyaknya kegiatan yang melibatkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat menularkan orang lain untuk mencintai Danau Toba dengan segala kekayaannya.