FPKS Dorong Pemko Medan Ajukan Permohonan Pembangunan Gedung Perpustakaan

57
FPKS Dorong Pemko Medan Ajukan Permohonan Pembangunan Gedung Perpustakaan
Anggota DPRD Medan FPKS Dhiyaul Hayati. (Foto: Ist)

Medan-Intipnews.com: Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan dorong Pemko Medan untuk mengajukan permohonan pembangunan gedung perpustakaan ke Pemerintah Pusat  melalui Dana Alokasi Khusus.

“Sebagai Kota Terbesar nomor 3 di Indonesia, sudah selayaknya Kota Medan memiliki perpustakaan yang ideal.  Perpustakaan ideal adalah perpustakaan yang mampu memberdayakan masyarakat. Perpustakaan yang dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas membaca, belajar, seni, budaya, dan keterampilan, ” jelas juru bicara Fraksi PKS DPRD Medan, Dhiyaul Hayati, S.Ag, M.Pd ( foto) saat menyampaikan Pandangan Fraksinya dalam rapat paripurna beragendakan Penyampaian Pendapat Fraksi  terhadap Ranperda Kota Medan tentang  Penyelenggaraan Perpustakaan, Senin (27/12/2021).

Dikatakan Dhiyaul, Perpustakaan ideal adalah perpustakaan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan sering menjadi tujuan masyarakat dalam mengisi waktu luangnya.Perpustakaan ideal adalah perpustakaan yang mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk membangkitkan potensi membaca yang ada di masyarakat. 

“Pendekatan ini disesuaikan dengan kegemaran, hobi, kesenangan, dan kebiasaan yang ada di masyarakat, ” jelasnya.

Disampaikannya, untuk mencapai perpustakaan yang ideal haruslah ada standarisasinya.  Fraksi PKS menyampaikannya sejumlah standarisasi di antaranya fasilitas gedung perpustakaan memadai yang mampu memberikan ruang yang nyaman dan luas. 

“Tersedianya kamar mandi, dan juga ruang tunggu. Rak-rak buku juga perlu di konsep dan di desain dengan baik dan estetik.  Ruangan difasiltasi AC dan lampu penerangan yang cukup. Sedangkan untuk beberapa koleksi buku lawas  perlu diberikan tempat khusus dan kondusif.   Mengingat buku lawas dan tua harus dijaga dan dirawat lebih hati-hati, karena gampang rusak, ” kata Politisi Perempuan PKS ini.

Dhiyaul juga menyampaikan, Perpustakaan di Medan juga wajib memiliki tata tertib yang diperuntukan bagi pengunjung dan para pegawai. Dibuatnya tata tertib selain bertujuan mendisplinkan stakeholder di dalamnya, juga sangat membantu dalam membentuk karyawan yang berintegritas, disiplin dan memiliki jiwa loyalitas terhadap pekerjaan.

Sedangkan tata tertib untuk pengunjung diharapkan mampu membentuk kedisplinan dan tetap menjaga kenyamanan di ruang baca (di dalam perpustakaan).

Kemudian, lokasi strategis akan membantu dalam mempromosikan dan memperkenalkan perpustakaan itu sendiri kecalona pembaca. Keberadaan gedung yang strategis menjadi kunci utama perpustakaan.

“Kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan tidak hanya melayani pengunjung umum saja, namun juga memperhatikan kebutuhan pengunjung disabilitas, ” jelasnya.

Kemudian kata Dhiyaul, kelengkapan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Standar perpustakaan yang baik diukur dari kelengkapan koleksi. Prinsip dari perpustakaan adalah selalu update dengan koleksi terbaru, agar tidak ketinggalan informasi. 

“Kemudian perpustakaan juga harus memiliki prosedur dan mekanisme kerja  yang baik sehingga mampu menciptakan kenyamanan dan kondusivitas terhadap pengguna layanan. Prosedur ini dibuat untuk mematuhi tata tertib dan aturan yang telah dibuat oleh pihak perpustakaan. Tujuannya untuk memudahkan sistem, memudahkan karyawan perpustakaan melakukan pencatatan atau pengarsipan koleksi dan sirkulasi buku yang dipinjam dan yang dikembalikan. Persediaan dan penerapan teknologi informasi yang memadai agar efektif dan efesien dalam membantu pengarsipan koleksi di perpustakaan, ” paparnya.

Kemudian, kata Dhiyaul standar pelayanan yang berkualitas dirangkum dalam akronim COMFORT yaitu Caring (peduli), Observant (suka memperhatikan), Mindful (hati-hati/cermat), Friendly (ramah), Obliging (bersedia membantu), Responsible (tanggung jawab), dan Tacful (bijaksana).

Beberapa karakteristik layanan perpustakaan yang berkualitas antara lain yaitu :

• Memiliki komunitas pembaca.

• Layanan hotspot.

• Layanan perpustakaan secara online/ebook.

• Layanan perpanjang peminjaman secara online.

• Pengelola perpustakaan yang ramah

“Fraksi PKS mengharapkan penyelenggaraan perpustakaan yang  sesuai dengan amanat UU no 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dapat kita wujudkan di Kota Medan, ” katanya seraya mengatakan Fraksi PKS menyetujui agar Rancangan Peraturan Daerah Tentang Penyelenggaraan Perpustakaan untuk disahkan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Medan dan segera dimasukkan ke dalam lembaran daerah. * itp05