Habiburrahman Sinuraya, Kartu Kesehatan Mudahkan Warga Berobat Gratis

36

Medan-Intipnews.com: Anggota DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya, ST menyarankan warga agar menggunakan kartu kesehatan perobatan gratis dari Pemko Medan. Hal ini dikarenakan, bila BPJS dari pemerintahan tidak pernah digunakan untuk berobat, maka secara otomatis BPJS Perobatannya akan di nonaktifkan, demikian dikatakan Habiburrahman Sinuraya, ST saat melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di dua tempat yakni di Jl. Setia Budi No.173 F, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal dan Jl. Sempu, Kel. Sekip, Kec. Medan Petisah, Minggu (17/12/2013).

“Bapak dan ibu, saya harapkan datanglah ke puskesmas untuk periksa kesehatan, karena BPJS PBI dan BPJS yang dibayar dari APBD telah dibayarkan pemerintah. Bila BPJS tidak digunakan, maka akan nonaktif secara tiba-tiba karena tidak adanya rekam jejak medisnya di puskesmas. Saat ini, hampir 10 ribu hingga 15 ribu BPJS yang non aktif tapi masih dibayar pemerintah. Sementara, dari data yang didapat, BPJS yang masih dibayar ternyata orangnya sudah meninggal karena tidak adanya laporan dari pihak keluarga”, ujar Habiburrahman Sinuraya.

Dijelaskan Habiburrahman, bagi masyarakat yang memegang kartu BPJS gratis datanglah ke puskesmas, agar diketahui orangnya masih ada atau tidak. Bila kartu BPJS sudah di nonaktifkan saat berobat, maka kami bisa membantu untuk mengaktifkan kembali kartu perobatan. Beruntungnya, bila kita datang ke puskesmas saat kita tidak sakit, akan ketahuan kartu kita aktif atau tidak. Banyak kejadian seperti ini terjadi, katanya.

“Persoalan BPJS kesehatan hilang, bapak dan ibu silahkan download JKM Mobile. Registrasi dan masukkan nama kepala keluarganya baru daftarkan. Setelah itu, masukkan nomor telepon kepala keluarga yang aktif maka akan ada aktivitasi masuk”, terang Anggota Komisi I DPRD Medan itu.

Disebutkannya, banyak masyarakat yang tidak tahu kalau BPJSnya aktif. Hal itu baru diketahui ketika kita mau berobat, pihak rumah sakit bertanya mau berobat secara mandiri atau BPJS. Disaat itulah, kita tahu kalau kita masuk peserta BPJS gratis serta masih banyak juga  kartu BPJS yang tidak terbagi. 

“Bagi warga yang tidak bisa mendapatkan BPJS gratis karena alamatnya yang tidak sesuai, maka warga disarankan mengurus administrasi kependudukan yang sesuai dengan tempat tinggalnya. Karena, bila kita pindah alamat otomatis bantuan yang lainnya pun tidak akan didapatkan, bila administrasi kependudukan tidak diubah dan tidak sesuai dengan tempat tinggalnya sekarang”, ujarnya.

DPRD bersama Pemkot Medan, sebutnya, telah maksimal menganggarkan dana kesehatan di dalam APBD Kota Medan. Tujuannya, agar mampu mengasuransikan seluruh warga Kota Medan mendapatkan pelayanan kesehatan, baik yang sudah memiliki KIS tercetak, maupun hanya KTP,” katanya.

Dalam kesempatan di dua lokasi itu, Habiburrahman juga mengingatkan masyarakat pentingnya kesehatan. Sebab, kesehatan itu berimbas kepada perekonomian masyarakat. “Jadi, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” katanya.

Pencegahan itu, sebutnya, bisa dengan melakukan pola hidup sehat, olahraga, lingkungan bersih dan sanitasi yang baik. “Kalau lingkungan tidak sehat, tentu akan menyumbangkan penyakit di masyarakat,” ujarnya.   

Di ketahui Perda No. 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan terdiri dari XVI Bab dan 92 Pasal. Tujuan sebagaimana tertuang pada Bab II adalah, untuk mewujudkan tatanan kesehatan yang mampu melibatkan partisipasi semua unsur terkait meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota.

Mewujudkan pembangunan kota berwawasan kesehatan dan kemandirian, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang aman, adil, terjangkau dan terbuka bagi masyarakat serta meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Pada Bab XVIII Pasal 32 disebutkan pemerintah dan swasta bertanggungjawab dalam upaya perbaikan gizi untuk meningkatkan derajat kesehatan, kecerdasan dan produktifitas kerja.Itp05