Hendra DS Sesalkan Kinerja TAPD Pemko Medan, Terkesan Main-main

8
Hendra DS Sesalkan Kinerja TAPD Pemko Medan, Terkesan Main-main
Hendra DS | Foto: Ist

MedanIntipnews: Ketua Fraksi HPP DPRD Medan Hendra DS angkat bicara dan sangat menyesalkan kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Medan yang terkesan main-main dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). 

Terkait buruknya kinerja soal penyusunan R-APBD Pemerintah Kota Medan (Pemko) Tahun 2022, akibatnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) terpaksa diulang.

“Walikota Medan Bobby Afif Nasution segera mengevaluasi kinerja TAPD Pemko Medan, yang terkesan main- main,” tandas Hendra DS kepada wartawan menyikapi terjadinya pembahasan ulang KUA PPAS RAPBD Pemko Medan, Rabu (3/11/2021). 

Dikatakan Hendra yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Medan itu, terjadinya kesalahan dalam penyusunan RAPBD karena ada kelalaian TAPD.

“Seharusnya kesalahan itu tidak perlu terjadi jika tim anggaran tetap mengacu kepada aturan perundangan-undangan,” urai Hendra yang juga anggota Banggar itu.

Menurut Hendra DS, Sekda Pemko Medan Ir Wiria Alrahman selaku koordinator TAPD harus lebih bertanggungjawab soal penyusunan anggaran. Begitu juga dengan Asisten dan Bappeda.

Ditambahkan Hendra lagi, kesalahan yang sangat mendasar dalam penyusunan anggaran yakni tidak mengalokasikan 20 persen anggaran dari total APBD untuk pendidikan. Kemudian penambahan pembiayaan tidak terduga yang harusnya 5 persen dari Pembiayaan Tidak Terduga (PTT) anggaran tahun sebelumnya.

“Untuk PTT ini malah ditambah lebih dari 5 persen, kita tidak mengerti apa dasar yang dilakukan TAPD,” tandas Hendra DS.

Anggaran di Dinas PU ditambah dengan alasan mendesak. Sementara hingga saat ini Dinas PU belum memiliki Kadis yang defenitif, maka Hendra mempertanyakan kriteria apa yang membuat mendesak, begitu juga di Dinas PMTSP.

Untuk Dinas PU ada penambahan sekitar Rp90 miliar, kemudian untuk PTT dari Rp94 miliar menjadi Rp160 miliar. Seyogianya penambahan hanya 5 persen dari Rp94 Miliar, urai Hendra DS.

Di akhir sorotannya, Hendra DS mengulangi pendapatnya agar Walikota Medan M Bobby Afif Nasution dapat mengevaluasi kinerja TPAD Pemko Medan. Sehingga ke depannya persoalan yang tidak lazim dalam penyusunan anggaran tidak terjadi lagi. * Itp04