Indonesia Destinasi Investasi Favorit

66
Serap Investasi, Indonesia Kembangkan Industri Semikonduktor
Ilustrasi-Ist

Oleh : Panji Saputra

Indonesia masih menjadi negara destinasi investasi yang sangat menjanjikan. Penyebabnya karena perekonomian Indonesia masih stabil walau didera efek pandemi. Selain itu, aturan-aturan seperti UU Omnibus Law mendukung dunia investasi karena memiliki klaster investasi dan kemudahan berusaha.

Sejak era Orde Baru, Indonesia menjadi negara tujuan investasi favorit dari berbagai negara di dunia. Kerja sama dalam bentuk penanaman modal terus berlanjut, meski tersendat-sendat saat krisis moneter. Pasca reformasi dan masa pemerintahan Presiden Jokowi, sektor investasi kembali digenjot. Tujuannya agar mengurangi dampak negatif dari pandemi selama hampir 3 tahun.

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman,menyatakan bahwa banyak negara yang ingin berinvestasi di Indonesia karena kondisi perekonomiannya baik. Buktinya adalah pada triwulan kedua tahun 2020, pertumbuhan ekonominya sebanyak 5,44%.

Artinya, saat pertumbuhan ekonomi Indonesia positif maka sangat baik dan akan dipercaya oleh negara-negara lain untuk berinvestasi. Meski masih pandemi tetapi Indonesia tidak terpuruk atau mengalami inflasi dan resesi parah. Naiknya pertumbuhan ekonomi membuktikan bahwa pemerintah lihai dalam mengendalikan efek pandemi covid-19.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif membuat kepercayaan para investor naik dan mau menanamkan modalnya. Penyebabnya mereka mencari negara yang memiliki kondisi finansial dan ekonomi yang stabil. Jika perekonomian bagus maka berdampak positif pada dunia investasi, dan membuat investasi tersebut memperoleh keuntungan besar.

Beda dengan negara yang terancam resesi dan kena inflasi tinggi, maka para investor akan ragu untuk menanamkan modalnya. Penyebabnya karena mereka tidak mau rugi dan mencari situasi yang aman. Ada banyak negara yang sebenarnya potensial untuk investasi, tetapi investor melihat latar belakangnya, dan Indonesia dianggap memiliki perekonomian yang kuat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto, menyatakan bahwa fokus dorongan investasi 2022 adalah renewable energy dan food security. Dalam artian, food security menjadi fokus karena jadi modal untuk menghadapi ancaman resesi global yang diprediksi terjadi tahun 2023.

Pemerintah sudah siap untuk kemungkinan terburuk, meski diharapkan resesi global tidak akan terjadi. Para investor yang dijaring adalah yang berkecimpung di bidang makanan dan food security. Dalam paruh tahun 2022, penanaman modal asing di bidang food and beverage mencapai 19,7 Triliun rupiah.

Capaian investasi itu sangat baik karena membuktikan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan favorit untuk menanamkan modal. Para investor mau masuk ke Indonesia karena memiliki pasar yang bagus, yakni memiliki penduduk yang jumlahnya lebih dari 220 juta jiwa.

Sementara itu, untuk mencapai kondisi food security pemerintah berusaha menstabilkan stok bahan pangan dan melancarkan akomodasinya. Di sini, para investor bisa bekerja sama dalam pengolahannya. Misalnya umbi-umbian tidak sekadar ditanam lalu dijual. Namun diolah lagi menjadi tepung gasol (untuk bubur bayi), keripik, dan produk lain yang menambah nilai jualnya.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia masih dipercaya menjadi negara tujuan investasi oleh banyak negara di dunia, karena kondisi perekonomian dan politik yang stabil. Padahal dunia sedang krisis finansial dan banyak negara berebut investor, tetapi Indonesia berhasil mendapatkannya.

Pemerintah berhasil menarik para investor dan bersaing dengan banyak negara lain yang juga jadi tujuan investasi. Strategi jitu pemerintah Indonesia adalah dengan mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang memiliki klaster investasi. Dengan UU ini maka investasi akan makin dipermudah perizinan dan pengurusannya, sehingga para penanam modal akan tertarik berbisnis di Indonesia.

Indonesia juga berhasil menjadi negara tujuan investasi karena kondisi ekonominya stabil. Ketika masih masa pandemi dan harga BBM mengalami penyesuaian, maka tidak ada kerusuhan. Harga barang memang disesuaikan, tetapi dalam taraf yang wajar dan tidak memicu inflasi.

Kemudian, kondisi politik Indonesia yang stabil juga menjadi pertimbangan penting bagi para investor untuk berbisnis di negeri ini. Di Indonesia tidak ada kudeta atau tragedi yang terjadi karena politik. Para investor mau berbisnis dan menggelontorkan modalnya, karena yakin bahwa kondisi politik di Indonesia aman dalam beberapa waktu ke depan.

Para investor juga mau menanamkan modalnya di Indonesia karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang bisa diolah dan berdaya jual tinggi. Namun masyarakat jangan salah paham. Investor bukan ingin ‘merampok’ kekayaan alam kita. Namun mereka bekerja sama dalam pengolahan sumber daya alam, dan keuntungan juga dibagi berdua.

Indonesia masih jadi negara tujuan favorit dari banyak investor asing, karena mereka menilai negeri ini berprospek bagus. Indonesia memiliki banyak penduduk, yang jadi pasar yang baik. Kemudian, kondisi ekonomi Indonesia dinilai stabil walau sudah dihantam pandemi selama hampir 3 tahun. Kondisi politik Indonesia juga relatif aman, sehingga para penanam modal asing tidak ragu untuk masuk Indonesia.

Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara