Indonesia Negara Tujuan Investasi Asing

63
Ilustrasi-Istimewa
Ilustrasi-Ist

Oleh: Aulia Hawa

Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi para investor asing terbaik di dunia, dikarenakan performa pertumbuhan ekonomi yang terus melesat dan terbukti kuat bertahan di tengah banyaknya ketidakstabilan perekonomian dunia melanda.

Bukan berlebihan apabila terdapat sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi terbaik bagi para investor asing. Pasalnya memang kondisi fundamental perekonomian Tanah Air bisa dibilang sangatlah bagus karena terbukti terus bertahan meski banyak dihadapi guncangan seperti pada pandemi Covid-19 dan juga adanya isu inflasi hingga resesi di Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa waktu lalu memang pernah secara tegas Presiden RI, Joko Widodo memberlakukan sebuah kebijakan untuk melarang aktivitas ekspor bahan mentah ke luar negeri. Ternyata kebijakan tersebut telah menghasilkan sebuah hal yang positif, pasalnya membuat banyak negara harus rela mengantre untuk bisa berinvestasi di Indonesia semenjak kebijakan tersebut diberlakukan secara resmi.

Presiden Jokowi menegaskan, dalam salah satu acara KADIN di Anjungan Riau TMII pada Selasa 23 Agustus 2022 lalu bahwa negara-negara mulai dari Korea, Jepang, China hingga Uni Eropa pun semuanya sangat takut lantaran kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah diberlakukan karena nantinya akan sangat berdampak bagi perekonomian mereka lantaran mereka sangatlah bergantung pada stok ekspor dari Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi, tidak ada pilihan bagi negara-negara tersebut selain membuat pabrik industri di Indonesia. Terkait hal ini, Jokowi mendorong anggota KADIN untuk bekerja sama dengan investor. Beliau juga menambahkan bahwa Bangsa ini sendiri sekarang membutuhkan teknologi dan juga investasi supaya terjadi capital flow, sehingga upaya tersebut akan mampu menguntungkan kedua belah pihak apabila terjadi kesepakatan kerja sama.

Jokowi juga menyinggung kebijakan Indonesia melarang ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah. Jokowi mengatakan, 7 tahun lalu nilai ekspor nikel Indonesia mencapai US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 16 triliun. Tahun 2021, nilai ekspor dari nikel Indonesia mencapai US$ 20,8 miliar atau sekitar Rp 300 triliun. Menurutnya ada lonjakan nilai ekspor yang berhasil didapatkan.

Perlu diketahui bahwa saat ini nilai ekspor nikel yang bahkan mencapai angka Rp 306 triliun tersebut merupakan sebuah bukti sangat nyata dan mampu menyadarkan Bangsa ini bahwa memang sama sekali tidak bisa Indonesia terus melakukan aktivitas ekspor bahan mentah begitu saja. Maka dari itu Presiden akan lebih mengencangkan pelarangan ekspor bahan mentah seperti bauksit hingga tembaga dan material mentah lainnya.

Selain itu, dari larangan ekspor bahan mentah, Jokowi menargetkan kerjasama dagang Indonesia dengan China menjadi surplus. Bahkan dirinya menegaskan bahwa memang akan terjadi surplus dagang tersebut. Maka dari itu beliau ke depannya akan menarik bahan-bahan mentah lainnya, bukan hanya nikel.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang negara-negara lain sangatlah tertarik untuk terus bisa melakukan investasi mereka di Indonesia. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council) tatkala mereka berkunjung secara langsung ke Istana Presiden dan ditemui oleh Presiden Jokowi.

Terkait hal tersebut, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan ketertarikan negara asing tersebut bukan hanya dikarenakan Indonesia mulai membatasi kegiatan ekspor bahan mentah saja, melainkan mereka juga sangat melihat bagaimana potensi sangat bagus yang dimiliki Bangsa ini pada beberapa sektor seperti sektor pariwisata, kesehatan dan ekonomi digital. Selain itu, sejauh ini beberapa investasi dari para pengusaha AS-ASEAN sudah berjalan dengan sangat baik pada sektor minyak, gas hingga tambang.

Keinginan mereka untuk meningkatkan investasi lantas disambut baik oleh Jokowi. Bahlil menyebut kalau Jokowi berharap keinginan itu dapat terealisasi. Terlebih Kepala Negara juga menyampaikan adanya kemudahan investasi melalui Undang-undang Cipta Kerja. Semenjak disahkannya UU Omnibus Law tersebut oleh DPR RI pada 5 Oktober 2020 lalu, ternyata di dalamnya sangatlah banyak hal yang menguntungkan, termasuk perizinan investasi yang jauh lebih dipermudah dan juga adanya peraturan untuk lebih berfokus supaya ada perhatian pada keberlangsungan lingkungan dengan menerapkan green economy dan green energy.

Sebagai informasi, Indonesia sendiri terbukti terus kuat bertahan meski diguncang beberapa ketidakstabilan perekonomian dunia, bahkan negara sekelas Amerika Serikat saja harus mengalami angka inflasi hingga menembus 9,1 persen dan terus terjadi peningkatan inflasi tersebut selama dua kuartalan beruntun sehingga mereka bisa dikatakan masuk ke dalam resesi. Namun di sisi lain, justru Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi hingga di atas angka 5,4 persen yang melebihi ekspektasi, termasuk juga keberhasilannya menjaga inflasi di bawah angka 5 persen.

Dengan segala fakta tersebut, mulai dari upaya Indonesia untuk terus membatasi kegiatan ekspor bahan mentah, termasuk juga kepemilikan kondisi fundamental ekonomi yang bagus beserta berbagai potensinya, ditambah dengan upaya Pemerintah untuk terus mempermudah segala proses perizinan investasi dengan UU Cipta Kerja, maka tidak mengherankan bangsa bisa ini menjadi salah satu negara tujuan investasi terbaik bagi investor asing.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute