Indonesia Pimpin Pertemuan Puncak Kepala Negara ASEAN

74

Oleh: Reenee W.A./Senior Journalist and Economy Political Observer
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN merupakan pertemuan puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada tahun 2023 ini Indonesia memegang tongkat estafet sebagai ketua ASEAN, sehingga Indonesia juga bertanggung jawab memimpin sejumlah kegiatan ASEAN, termasuk menjadi tuan rumah KTT ASEAN. Sebelumnya KTT ASEAN ke-42 telah sukses terselenggara di Labuan Bajo pada Mei 2023 lalu, dimana banyak kesepakatan dan solusi konkret yang tercipta demi satu tujuan, yakni kesejahteraan masyarakat di Kawasan Asia Tenggara maupun global.

Banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjadi ketua ASEAN dikarenakan Indonesia memegang tongkat estafet keketuaan di tengah-tengah situasi global yang sangat tidak mudah, dimana krisis yang melanda secara global, seperti krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, perang, dan pasca pandemi Covid-19, yang membutuhkan solusi-solusi strategis dan konkrit.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong mengatakan bahwa KTT ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta pada 5-7 September dihadiri oleh 26 negara. Terdiri atas 10 negara anggota ASEAN dan beberapa negara undangan lain.

The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara didirikan pada tahun 1967 dan terdiri dari 10 negara anggota, yaitu: Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Tujuan ASEAN tidak sebatas menjaga stabilitas kawasan, melainkan juga lebih dari itu menjalankan integrasi ekonomi serta dalam memperbaiki daya saing regional

ASEAN adalah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan kestabilan di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan cara yang damai

Dalam KTT ASEAN ke-43, menurut Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sidharto R Suryodipuro, Indonesia menjadi nahkoda utama dimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin 12. Dalam KTT ke-43 juga mengundang IMF dan World Bank serta sejumlah organisasi dunia lain.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan keyakinannya bahwa  ASEAN mampu menghadapi berbagai tantangan global saat  ini. Untuk itu, dengan tegas dirinya mengajak Kepala Negara/Kepala Pemerintahan untuk sama-sama memperkuat persatuan negara negara ASEAN, sehingga ASEAN akan mampu menjadi pemain sentral dalam membawa perdamaian dan pertumbuhan.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) keketuaan ASEAN di Indonesia memberikan peluang dan menunjukan peran strategis Indonesia dalam penguatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan ASEAN, khususnya dalam membentuk tatanan kawasan yang mendasarkan pada multilateralisme dan nilai-nilai inklusivitas.

Keketuaan Indonesia di KTT ASEAN 2023 menjadi momentum untuk menunjukkan ketangguhan ekonomi Indonesia. Sehingga Indonesia layak untuk menjadi tujuan investasi asing. Penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 juga banyak mendorong perekonomian nasional di berbagai kota yang menjadi tempat penyelenggaraan side events.

Untuk diketahui bersama, KTT ASEAN yang pernah diselenggarakan di Indonesia antara lain, KTT ASEAN Ke-1 yang dilaksanakan pada 23-24 Februari 1976 di Bali. Dalam KTT tersebut terdapat kesepakatan tentang pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta dengan Sekretaris Jendral “Sekjen” pertamanya ialah putra Indonesia yang bernama H.R. Dharsono.

Sedangkan KTT ASEAN Ke-9 yang dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2003 di Bali. Dalam KTT tersebut Indonesia mengusulkan pembentukan Komunitas Asean “Asean Community” yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya serta keamanan.

KTT ASEAN Ke-18 dilaksanakan pada tanggal 4-8 Mei 2011 di Jakarta, dan KTT ASEAN Ke-19 yang dilaksanakan pada 17-19 Nopember 2011 di Bali. Dalam konferensi tersebut di dapat kesepakatan tentang kawasan bebas sejata nuklir di Asia Tenggara atau yang dikenal dengan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone “SEANWFZ”.

Peran Indonesia dalam ASEAN terbukti sangat besar. Tidak hanya dalam bidang ekonomi, peran Indonesia dalam bidang keamanan juga sangat besar. Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Indonesia juga mendapat kepercayaan untuk mengadakan beberapa kali Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Hal tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan publik internasional terhadap kepemimpinan Indonesia.